AS Inginkan SDA Ukraina Rp15.368 Triliun, Alasan Bantu Melawan Rusia
Minggu, 08 September 2024 - 06:12 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, dia juga menggambarkan kematian warga Rusia dalam perang tersebut sebagai "uang terbaik yang pernah kami belanjakan" dan investasi menyeluruh yang solid bagi AS.
Pengakuan baru Graham sesuai dengan penilaian motif AS yang baru-baru ini diuraikan oleh mantan presiden Rusia dan wakil ketua Dewan Keamanan Nasional saat ini, Dmitry Medvedev.
Minggu lalu, Medvedev mengeklaim bahwa Kyiv dan para pendukung Barat-nya telah berfokus untuk mempertahankan cengkeraman mereka di Donbas semata-mata atas kekayaan sumber daya alam (SDA)-nya.
“Menurut data sumber terbuka, total nilai bekas basis sumber daya mineral Ukraina diperkirakan hampir USD14,8 triliun, tetapi USD7,3 triliun di antaranya kini berada di Republik Rakyat Luhansk dan Donetsk. Itu berarti hampir setengah dari kekayaan nasional bekas Ukraina berada di Donbas!” tulis Medvedev dalam posting Telegram yang panjang.
“Untuk mendapatkan akses ke mineral yang didambakan, parasit Barat tanpa malu-malu menuntut agar anak buah mereka berperang hingga orang Ukraina terakhir. Mereka sudah secara langsung menyuarakan niat tersebut tanpa ragu-ragu,” imbuh mantan pemimpin Rusia itu.
Pengakuan baru Graham sesuai dengan penilaian motif AS yang baru-baru ini diuraikan oleh mantan presiden Rusia dan wakil ketua Dewan Keamanan Nasional saat ini, Dmitry Medvedev.
Minggu lalu, Medvedev mengeklaim bahwa Kyiv dan para pendukung Barat-nya telah berfokus untuk mempertahankan cengkeraman mereka di Donbas semata-mata atas kekayaan sumber daya alam (SDA)-nya.
“Menurut data sumber terbuka, total nilai bekas basis sumber daya mineral Ukraina diperkirakan hampir USD14,8 triliun, tetapi USD7,3 triliun di antaranya kini berada di Republik Rakyat Luhansk dan Donetsk. Itu berarti hampir setengah dari kekayaan nasional bekas Ukraina berada di Donbas!” tulis Medvedev dalam posting Telegram yang panjang.
“Untuk mendapatkan akses ke mineral yang didambakan, parasit Barat tanpa malu-malu menuntut agar anak buah mereka berperang hingga orang Ukraina terakhir. Mereka sudah secara langsung menyuarakan niat tersebut tanpa ragu-ragu,” imbuh mantan pemimpin Rusia itu.
(mas)
Lihat Juga :