Kalah di Berbagai Front, Presiden Ukraina Ingin Perang dengan Rusia Segera Berakhir
Sabtu, 07 September 2024 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Dengan harapan memaksa Moskow untuk menarik sebagian besar tentaranya dari Donbass, Ukraina melancarkan serangan ke Wilayah Kursk Rusia pada 6 Agustus, merebut beberapa desa dan kota perbatasan Sudzha. Namun, kemajuan Rusia belum berhenti.
Dengan mengirim unit-unitnya yang paling lengkap dan berpengalaman ke Kursk, tentara Ukraina telah "melemahkan" posisinya di garis depan lainnya, kata Presiden Rusia Vladimir Putin minggu ini. Ia menambahkan bahwa pasukan Rusia hanya meningkatkan tekanan mereka di Donbass.
Negosiasi perdamaian antara Moskow dan Kiev gagal pada musim semi tahun 2022. Sejak itu Moskow menyatakan bahwa tuntutan Zelensky untuk mengembalikan Ukraina ke perbatasannya tahun 1991 sama sekali tidak dapat diterima.
Berbicara pada hari Senin, Putin mengatakan bahwa Rusia siap untuk membuka kembali negosiasi perdamaian, tetapi hanya dengan ketentuannya sendiri. Moskow perlu menetralisir upaya Ukraina untuk “mendestabilisasi situasi” di Kursk dan wilayah perbatasan lainnya terlebih dahulu, tegasnya.
Dengan mengirim unit-unitnya yang paling lengkap dan berpengalaman ke Kursk, tentara Ukraina telah "melemahkan" posisinya di garis depan lainnya, kata Presiden Rusia Vladimir Putin minggu ini. Ia menambahkan bahwa pasukan Rusia hanya meningkatkan tekanan mereka di Donbass.
Negosiasi perdamaian antara Moskow dan Kiev gagal pada musim semi tahun 2022. Sejak itu Moskow menyatakan bahwa tuntutan Zelensky untuk mengembalikan Ukraina ke perbatasannya tahun 1991 sama sekali tidak dapat diterima.
Berbicara pada hari Senin, Putin mengatakan bahwa Rusia siap untuk membuka kembali negosiasi perdamaian, tetapi hanya dengan ketentuannya sendiri. Moskow perlu menetralisir upaya Ukraina untuk “mendestabilisasi situasi” di Kursk dan wilayah perbatasan lainnya terlebih dahulu, tegasnya.
(ahm)
Lihat Juga :