Negara NATO Ini Akui Banyak Warganya Ikut Perang Bela Rusia di Ukraina
Jum'at, 06 September 2024 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Dalam klip tersebut, pria itu meneriakkan; "Kemuliaan bagi Rusia, salam untuk [Presiden AS Joe] Biden", sebelum akhirnya menembakkan peluncur granat otomatis ke target yang tidak diketahui.
Video tersebut, menurut laporan tersebut, direkam di suatu tempat di zona operasi militer khusus Rusia di Ukraina.
Kasciunas mengonfirmasi pada saat itu bahwa video tersebut asli, tetapi mengatakan bahwa dia tidak dapat memberikan rincian tentang apakah ada warga Lithuania tambahan yang bertugas di militer Rusia.
Warga Lithuania dapat dicabut kewarganegaraannya jika mereka terbukti bersalah bertugas di militer negara lain tanpa izin dari pemerintah.
Mengutip situs berita Lithuania; LRT, Jumat (6/9/2024), Departemen Migrasi Lithuania sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah pencabutan kewarganegaraan terhadap pria asal Jurbarkas tersebut.
Lithuania telah menerapkan sejumlah kebijakan garis keras anti-Rusia sejak perang Ukraina pecah Februari 2022.
Selain menyerahkan lebih dari 1,5% PDB negara tersebut dalam bentuk bantuan militer dan bantuan lainnya ke Ukraina, pemerintah di Vilnius telah menuntut agar Uni Eropa dan NATO menyerahkan lebih banyak senjata dan amunisi dari persediaan mereka sendiri kepada Kyiv.
Video tersebut, menurut laporan tersebut, direkam di suatu tempat di zona operasi militer khusus Rusia di Ukraina.
Kasciunas mengonfirmasi pada saat itu bahwa video tersebut asli, tetapi mengatakan bahwa dia tidak dapat memberikan rincian tentang apakah ada warga Lithuania tambahan yang bertugas di militer Rusia.
Warga Lithuania dapat dicabut kewarganegaraannya jika mereka terbukti bersalah bertugas di militer negara lain tanpa izin dari pemerintah.
Mengutip situs berita Lithuania; LRT, Jumat (6/9/2024), Departemen Migrasi Lithuania sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah pencabutan kewarganegaraan terhadap pria asal Jurbarkas tersebut.
Lithuania telah menerapkan sejumlah kebijakan garis keras anti-Rusia sejak perang Ukraina pecah Februari 2022.
Selain menyerahkan lebih dari 1,5% PDB negara tersebut dalam bentuk bantuan militer dan bantuan lainnya ke Ukraina, pemerintah di Vilnius telah menuntut agar Uni Eropa dan NATO menyerahkan lebih banyak senjata dan amunisi dari persediaan mereka sendiri kepada Kyiv.
Lihat Juga :