UE Tangguhkan Misi Pelatihan di Mali Pasca Kudeta Militer

Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:59 WIB
loading...
UE Tangguhkan Misi Pelatihan...
Uni Eropa (UE) dilaporkan telah menangguhkan misi pelatihannya di Mali, setelah adanya kudeta militer bulan ini yang menggulingkan Presiden Ibrahim Boubacar Keita. Foto/REUTERS
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) dilaporkan telah menangguhkan misi pelatihannya di Mali . Langkah ini diambil setelah adanya kudeta militer bulan ini yang menggulingkan Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita.

Uni Eropa pada tahun 2014 menyetujui misi sipil tambahan (EUCAP Sahel Mali), mengirimkan para ahli untuk memberikan nasihat dan pelatihan kepada pasukan keamanan internal di Mali, polisi, Gendarmerie dan Garda Nasional.

( Baca juga: Transjakarta Bangun Empat Halte Terintegrasi dengan Stasiun Kereta Api)

Seorang pejabat UE mengatakan bahwa misi UE tersebut adalah bagian dari upaya internasional untuk menstabilkan Mali dan memperluas kewenangan negara. "Ini dibekukan karena mereka dirancang untuk mendukung pemerintah yang sah," ucapnya.

Pejabat tersebut, yang berbicara dalam kondisi anomim, seperti dilansir Reuters pada Rabu (26/8/2020), mengatakan bahwa penangguhan ini hanya bersifat sementara.

Sementara itu, para mediator Afrika Barat dan pemimpin kudeta Mali dilaporkan sedang mendiskusikan kemungkinan pemerintahan transisi, yang memungkinkan UE pada akhirnya melanjutkan pelatihan dalam kemitraan dengan PBB.

Kudeta telah meningkatkan prospek gejolak politik lebih lanjut di Mali yang, seperti negara-negara lain di kawasan itu, menghadapi ancaman yang meluas dari kelompok militan. ( Baca juga: Google Buat Tab di Chrome Memuat 10% Lebih Cepat )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
PM Ceko Sebut Uni Eropa...
PM Ceko Sebut Uni Eropa Mengikuti Jejak Kemunduran Kekaisaran Romawi, Ini 3 Alasannya
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved