NATO Dukung Ukraina Invasi Balik Rusia, Moskow Janjikan Respons Menyakitkan
Kamis, 05 September 2024 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Cavoli, Panglima Tertinggi Sekutu Eropa dan tokoh militer berpangkat tertinggi kedua di NATO, menambahkan bahwa Rusia sejauh ini menunjukkan reaksi lambat dan tidak menentu terhadap serangan tersebut, dan gagal merumuskan strategi yang koheren untuk memukul mundur pasukan Kyiv.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa Ukraina telah menunjukkan banyak keberanian strategis dengan melancarkan serangan di dalam wilayah Rusia. "Operasi Kursk telah memberikan pukulan telak pada narasi [Presiden Rusia Vladimir] Putin tentang perang ini," katanya.
Borrell juga meminta sekutu Ukraina untuk mencabut pembatasan penggunaan senjata yang diberikan kepada negara tersebut, dan mengizinkan angkatan bersenjata Kyiv untuk menggunakannya guna menyerang target di dalam wilayah Rusia.
Zakharova, yang juga mengkritik pernyataan Borrell, mengeklaim bahwa itu sama saja dengan Uni Eropa membiarkan terorisme terhadap Rusia.
"Politisi Uni Eropa menolak untuk berpikir tidak hanya secara masuk akal dan berwawasan jauh, tetapi juga sejalan dengan prinsip mereka sendiri," kata Zakharova.
"Mereka kehilangan rasa realitas dan sama sekali tidak memikirkan risiko eskalasi konflik yang lebih berbahaya, bahkan dalam konteks kepentingan mereka sendiri."
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan bahwa Ukraina telah menunjukkan banyak keberanian strategis dengan melancarkan serangan di dalam wilayah Rusia. "Operasi Kursk telah memberikan pukulan telak pada narasi [Presiden Rusia Vladimir] Putin tentang perang ini," katanya.
Borrell juga meminta sekutu Ukraina untuk mencabut pembatasan penggunaan senjata yang diberikan kepada negara tersebut, dan mengizinkan angkatan bersenjata Kyiv untuk menggunakannya guna menyerang target di dalam wilayah Rusia.
Zakharova, yang juga mengkritik pernyataan Borrell, mengeklaim bahwa itu sama saja dengan Uni Eropa membiarkan terorisme terhadap Rusia.
"Politisi Uni Eropa menolak untuk berpikir tidak hanya secara masuk akal dan berwawasan jauh, tetapi juga sejalan dengan prinsip mereka sendiri," kata Zakharova.
"Mereka kehilangan rasa realitas dan sama sekali tidak memikirkan risiko eskalasi konflik yang lebih berbahaya, bahkan dalam konteks kepentingan mereka sendiri."
(mas)
Lihat Juga :