Rusia Bombardir Kota-kota di Perbatasan Ukraina, Polandia Siagakan Pesawat Tempur

Rabu, 04 September 2024 - 16:35 WIB
loading...
Rusia Bombardir Kota-kota...
Polandia kerahkan jet tempurnya saat Rusia membombardir kota-kota di perbatasan Ukraina. Foto/AP
A A A
MOSKOW - Polandia , negara anggota NATO, mengerahkan pesawat saat Rusia melancarkan serangan udara di kota Lviv, Ukraina bagian barat, dekat perbatasannya.

Pesawat Polandia dan negara-negara NATO dikerahkan pada Selasa malam (3/9/2024_ saat Rusia melancarkan serangan besar-besaran di Lviv. Itu adalah ketiga kalinya dalam delapan hari pertahanan negara anggota NATO tersebut diaktifkan sejak Rusia meningkatkan pembomannya di Ukraina.

Setidaknya tujuh orang dilaporkan tewas di Lviv, dengan banyak lagi yang terluka dalam serangan pesawat nirawak dan rudal yang mengakibatkan hancurnya bangunan bersejarah di jantung kota, menurut pejabat daerah. Andriy Sadovyi, wali kota kota Lviv, mengatakan tiga anak termasuk di antara yang tewas.

Dalam sebuah video yang diunggah di aplikasi perpesanan Telegram yang memperlihatkan wali kota di antara puing-puing bangunan yang hancur, ia mengatakan lebih dari 50 bangunan, dari sekolah hingga rumah dan klinik, sebagian besar di jantung kota, telah rusak.

Komando operasional angkatan bersenjata Polandia mengatakan di platform X bahwa "pesawat Polandia dan sekutu" telah dikerahkan karena serangan Rusia di Ukraina barat.

"Ini adalah malam yang sangat sibuk bagi seluruh sistem pertahanan udara," tulis postingan tersebut, dilansir Al Jazeera.

Rusia juga menyerang Kyiv dan beberapa wilayah lain dengan rudal pada Rabu pagi, tetapi tidak ada kerusakan langsung yang dilaporkan.

Baca Juga: Jika Terpilih, Trump Janji Umumkan Klien Klub Seks Jeffery Epstein

Moskow telah menggempur Ukraina dengan ratusan rudal dan pesawat nirawak selama dua minggu terakhir. Para blogger militer Rusia mengklaim bahwa peningkatan serangan udara tersebut merupakan respons terhadap serbuan Kyiv ke wilayahnya di Kursk.

Serangan tunggal paling mematikan tahun ini terjadi pada hari Selasa, saat sebuah lembaga militer di pusat kota Poltava terkena serangan. Serangan tersebut, yang dilakukan oleh sepasang rudal balistik, menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai ratusan orang.

Rusia belum mengomentari serangan terhadap Poltava atau serangan hari Rabu terhadap Lviv dan Kyiv. Rusia telah lama bersikeras bahwa serangannya hanya ditujukan pada target infrastruktur militer, energi, dan transportasi, bukan warga sipil.

Pada hari Selasa, Warsawa mengumumkan kesepakatan militer baru senilai USD520 juta, langkah terbaru dalam upaya memperkuat pertahanannya yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Saat ini Polandia menghabiskan 4 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan – rasio tertinggi dari semua anggota NATO – dan berharap dapat meningkatkan jumlah tersebut menjadi 4,7 persen tahun depan.

Bulan lalu, Warsawa menandatangani kesepakatan senilai $10 miliar untuk membeli 96 helikopter serang Apache dari produsen AS Boeing. Helikopter tersebut akan menggantikan helikopter Mi-24 Rusia yang sudah ketinggalan zaman.

Warsawa juga telah mengumumkan kesepakatan untuk membeli ratusan rudal udara-ke-udara AIM-120C AMRAAM, serta kontrak untuk 48 peluncur untuk sistem pertahanan udara Patriot yang dirancang AS.

Tentara Polandia memiliki 200.000 tentara, menjadikannya yang terbesar ketiga di NATO setelah Amerika Serikat dan Turki, dan terbesar di Uni Eropa.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Terbang ke Israel, Pesawat...
Terbang ke Israel, Pesawat Komersial Polandia Kirim Sinyal Pembajakan
Rekomendasi
Betrand Peto Akui Putus...
Betrand Peto Akui Putus dari Aqila, Singgung Adanya Pihak Ketiga
Di Motion Trade, Anargya...
Di Motion Trade, Anargya Asset Management Bikin Challenge dengan Total Reward Rp25 Juta
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Berita Terkini
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved