Mongolia Jelaskan Alasan Tidak Menangkap Putin
Rabu, 04 September 2024 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Putin melakukan perjalanan ke Mongolia atas undangan mitranya, Ukhnaagiin Khurelsukh, dan bertemu dengan pejabat tinggi di Ulaanbaatar untuk membahas kemitraan strategis kedua negara.
Presiden Rusia juga menghadiri upacara peringatan 85 tahun Pertempuran Khalkhin Gol, kemenangan telak pasukan Soviet dan Mongolia atas Tentara Kekaisaran Jepang yang mengamankan sisi timur Uni Soviet selama sebagian besar Perang Dunia II.
Selama pertemuan mereka, Putin mengundang Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khurelsukh ke pertemuan puncak BRICS di kota Kazan, Rusia, bulan depan. Khurelsukh telah menerima undangan tersebut.
“Dengan menolak menangkap Putin, Mongolia telah memilih untuk berbagi tanggung jawab atas kejahatan perangnya," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Georgy Tykhy di media sosial, seraya menambahkan Kiev "akan bekerja sama dengan para mitra untuk memastikan bahwa hal ini berdampak pada Ulaanbaatar."
Mongolia terkurung daratan antara Rusia di utara dan China di selatan, dan telah menjaga hubungan baik dengan Moskow dan Beijing.
Ulaanbaatar juga menandatangani Statuta Roma dan bergabung dengan ICC pada tahun 2002, dan salah satu hakimnya ditunjuk untuk pengadilan tersebut awal tahun ini.
Presiden Rusia juga menghadiri upacara peringatan 85 tahun Pertempuran Khalkhin Gol, kemenangan telak pasukan Soviet dan Mongolia atas Tentara Kekaisaran Jepang yang mengamankan sisi timur Uni Soviet selama sebagian besar Perang Dunia II.
Selama pertemuan mereka, Putin mengundang Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khurelsukh ke pertemuan puncak BRICS di kota Kazan, Rusia, bulan depan. Khurelsukh telah menerima undangan tersebut.
“Dengan menolak menangkap Putin, Mongolia telah memilih untuk berbagi tanggung jawab atas kejahatan perangnya," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Georgy Tykhy di media sosial, seraya menambahkan Kiev "akan bekerja sama dengan para mitra untuk memastikan bahwa hal ini berdampak pada Ulaanbaatar."
Mongolia terkurung daratan antara Rusia di utara dan China di selatan, dan telah menjaga hubungan baik dengan Moskow dan Beijing.
Ulaanbaatar juga menandatangani Statuta Roma dan bergabung dengan ICC pada tahun 2002, dan salah satu hakimnya ditunjuk untuk pengadilan tersebut awal tahun ini.
Lihat Juga :