Sosok Hvaldimir, Ikan Paus Diduga Mata-mata Rusia yang Mati di Negara NATO
Senin, 02 September 2024 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
"Kami berhasil mengambil mayatnya dan menaruhnya di tempat yang dingin, sebagai persiapan untuk otopsi oleh lembaga veteriner yang dapat membantu menentukan apa yang sebenarnya terjadi padanya," imbuh Strand.
Dengan perkiraan usia sekitar 14 atau 15 tahun, Hvaldimir tergolong muda untuk seekor paus beluga, yang dapat hidup hingga usia antara 40 dan 60 tahun.
Pada April 2019, seorang nelayan Norwegia bernama Lars Ansteinsson menemukan seekor paus beluga di dekat pulau Ingoya, di bagian utara Norwegia.
Paus ini tampak tidak seperti paus beluga biasa karena mengenakan perangkat yang terlihat seperti pelat atau harness yang memiliki label "Equipment St Petersburg".
Penemuan ini menimbulkan spekulasi bahwa paus tersebut mungkin telah melarikan diri dari suatu program militer.
Penemuan ini diikuti dengan pengamatan dan penelitian lebih lanjut, yang mengungkapkan bahwa paus beluga tersebut telah berada di area tersebut selama beberapa minggu dan tampak sangat ramah kepada manusia.
Paus ini kemudian diberi nama Hvaldimir, yang merupakan gabungan dari kata Norwegia "hval" (paus) dan "Vladimir", nama Presiden Rusia.
Dengan perkiraan usia sekitar 14 atau 15 tahun, Hvaldimir tergolong muda untuk seekor paus beluga, yang dapat hidup hingga usia antara 40 dan 60 tahun.
Asal-usul Hvaldimir, Paus yang Diduga Mata-Mata Rusia
Pada April 2019, seorang nelayan Norwegia bernama Lars Ansteinsson menemukan seekor paus beluga di dekat pulau Ingoya, di bagian utara Norwegia.
Paus ini tampak tidak seperti paus beluga biasa karena mengenakan perangkat yang terlihat seperti pelat atau harness yang memiliki label "Equipment St Petersburg".
Penemuan ini menimbulkan spekulasi bahwa paus tersebut mungkin telah melarikan diri dari suatu program militer.
Penemuan ini diikuti dengan pengamatan dan penelitian lebih lanjut, yang mengungkapkan bahwa paus beluga tersebut telah berada di area tersebut selama beberapa minggu dan tampak sangat ramah kepada manusia.
Paus ini kemudian diberi nama Hvaldimir, yang merupakan gabungan dari kata Norwegia "hval" (paus) dan "Vladimir", nama Presiden Rusia.
Lihat Juga :