alexametrics

Iran Kecam Operasi Militer Turki di Suriah

loading...
Iran Kecam Operasi Militer Turki di Suriah
Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan, mereka menentang operasi militer Turki di Suriah. Foto/Istimewa
A+ A-
TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan, mereka menentang operasi militer Turki di Suriah. Pernyataan ini datang setelah Ankara menyatakan siap menggelar operasi militer di sebelah timur Sungai Eufrat di Suriah utara.

"Kami mengikuti berita yang mengkhawatirkan tentang kemungkinan pasukan militer Turki memasuki tanah Suriah dan percaya bahwa terjadinya tindakan seperti itu bukan hanya tidak akan mengakhiri masalah keamanan Turki, tetapi juga akan menyebabkan meluasnya kerusakan materi dan manusia," kata kementerian itu.

"Atas dasar ini Iran menentang segala jenis operasi militer semacam itu," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (9/10/2019).



Penolakan sebelumnya juga disampaikan oleh Inggris. Menteri Kantor Luar Negeri Inggris, Andrew Murrison menuturkan, operasi itu hanya akan menyebabkan situasi di Suriah semakin memburuk. Hal ini, papar Murrison, dapat dimanfaatkan ISIS untuk membangun kembali kekuatan mereka.

"Kami secara konsisten telah jelas dengan Turki, bahwa tindakan militer sepihak harus dihindari karena akan mengguncang kawasan dan mengancam upaya untuk memastikan kekalahan ISIS," ucap Murrison.

Sementara itu, Wakil Presiden Turki Fuat Oktay menyatakan Ankara tidak akan menyerah pada sebuah ancaman atas rencananya untuk melancarkan operasi militer di Suriah.

“Pesan kami kepada komunitas internasional sudah jelas: Turki bukan negara yang akan tergerak oleh ancaman. Sejauh menyangkut keamanan Turki, kami menentukan jalan kami sendiri,” kata Oktay.

Dia memperingatkan bahwa Turki tidak akan mentolerir penciptaan koridor teror di sebelah perbatasannya dalam keadaan apa pun, apa pun risikonya.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak