10 Negara Paling Berbahaya di Dunia pada 2024, Mayoritas Terjebak dalam Perang
Kamis, 29 Agustus 2024 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), sekitar 14 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Konflik selama beberapa dekade telah membentuk Afghanistan menjadi salah satu negara paling berbahaya. Perebutan kekuasaan oleh Taliban pada bulan Agustus 2021 telah meningkatkan ketidakstabilan, dengan meningkatnya risiko terorisme, penculikan, dan kekerasan yang meluas.![10 Negara Paling Berbahaya di Dunia pada 2024, Mayoritas Terjebak dalam Perang]()
Foto/AP
Ukraina telah mengalami penurunan keamanan dan stabilitas yang paling signifikan, tidak hanya di wilayahnya tetapi juga secara global. Kemerosotan yang nyata ini terutama disebabkan oleh invasi Rusia yang dimulai pada bulan Februari 2022.
Pada tahun 2024, konflik di Ukraina telah merenggut lebih dari 150.000 nyawa, termasuk tentara dan warga sipil. Lebih dari 8 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, dengan tambahan 7 juta orang mengungsi di dalam negeri, yang menyebabkan kerusakan luas di kota-kota dan infrastruktur penting seperti rumah, sekolah, dan rumah sakit.
Baca Juga: 4 Alasan Panglima Militer Ukraina Dikenal sebagai Tukang Jagal, Salah Satunya Memiliki Tangan Besi
![10 Negara Paling Berbahaya di Dunia pada 2024, Mayoritas Terjebak dalam Perang]()
Foto/AP
Pada tahun 2024, Rusia, dengan skor Indeks Perdamaian Global (GPI) sebesar 3,249, menempati peringkat di antara negara-negara paling berbahaya di dunia, diperburuk oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang berasal dari krisis yang sedang berlangsung di Ukraina.
Rusia bergulat dengan tantangan internal termasuk kejahatan terorganisasi dan korupsi, yang merusak hukum dan ketertiban, di samping meningkatnya masalah lingkungan seperti kecelakaan industri dan polusi, yang menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi penduduk.
3. Sudan Selatan
Melansir Vanguard, Sudan Selatan, dengan skor Indeks Perdamaian Global (GPI) 2024 sebesar 3,224, terus menempati peringkat di antara negara-negara paling berbahaya di dunia karena konflik sipil yang sedang berlangsung, kekerasan etnis, dan ketidakstabilan politik sejak memperoleh kemerdekaan pada tahun 2011.4. Afghanistan
Afghanistan adalah salah satu negara paling berbahaya di dunia, dengan skor Indeks Perdamaian Global (GPI) sebesar 3,448. Negara ini telah mengalami kekerasan yang berkelanjutan selama lebih dari 40 tahun, menjadikannya pusat perhatian internasional.Konflik selama beberapa dekade telah membentuk Afghanistan menjadi salah satu negara paling berbahaya. Perebutan kekuasaan oleh Taliban pada bulan Agustus 2021 telah meningkatkan ketidakstabilan, dengan meningkatnya risiko terorisme, penculikan, dan kekerasan yang meluas.
5. Ukraina

Foto/AP
Ukraina telah mengalami penurunan keamanan dan stabilitas yang paling signifikan, tidak hanya di wilayahnya tetapi juga secara global. Kemerosotan yang nyata ini terutama disebabkan oleh invasi Rusia yang dimulai pada bulan Februari 2022.
Pada tahun 2024, konflik di Ukraina telah merenggut lebih dari 150.000 nyawa, termasuk tentara dan warga sipil. Lebih dari 8 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, dengan tambahan 7 juta orang mengungsi di dalam negeri, yang menyebabkan kerusakan luas di kota-kota dan infrastruktur penting seperti rumah, sekolah, dan rumah sakit.
Baca Juga: 4 Alasan Panglima Militer Ukraina Dikenal sebagai Tukang Jagal, Salah Satunya Memiliki Tangan Besi
6. Republik Demokratik Kongo
Konflik di Kongo telah berlangsung lebih dari empat setengah tahun, telah merenggut lebih banyak nyawa daripada konflik lainnya sejak Perang Dunia II, dan merupakan konflik paling mematikan yang terdokumentasi dalam sejarah Afrika, menurut Komite Penyelamatan Internasional.7. Rusia

Foto/AP
Pada tahun 2024, Rusia, dengan skor Indeks Perdamaian Global (GPI) sebesar 3,249, menempati peringkat di antara negara-negara paling berbahaya di dunia, diperburuk oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang berasal dari krisis yang sedang berlangsung di Ukraina.
Rusia bergulat dengan tantangan internal termasuk kejahatan terorganisasi dan korupsi, yang merusak hukum dan ketertiban, di samping meningkatnya masalah lingkungan seperti kecelakaan industri dan polusi, yang menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi penduduk.
8. Suriah
Perang saudara Suriah, yang dimulai pada tahun 2011, telah mengakibatkan situasi yang sangat tragis dan rumit. Konflik tersebut telah merusak infrastruktur, termasuk gedung, jalan, rumah sakit, dan sekolah, yang berdampak parah pada kehidupan sehari-hari mereka yang masih tinggal di Suriah.Lihat Juga :