Pertama Kalinya, Ukraina Gunakan Jet Tempur F-16 Tembak Jatuh Rudal Rusia
Kamis, 29 Agustus 2024 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun tidak ada batas waktu yang ditetapkan, dengan pesawat yang diharapkan tiba dalam beberapa gelombang selama beberapa tahun, Ukraina dapat mengharapkan sekitar 85 unit jet tempur F-16, menurut perkiraan media Barat.
"F-16 [memiliki] hasil yang baik...Sebagai bagian dari serangan rudal [Rusia] yang sangat besar ini [pada hari Senin], kami menembak jatuh beberapa dengan bantuan F-16," kata Zelensky, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (29/8/2024).
Dia berterima kasih kepada para pendukung dari negara-negara Barat karena telah memasok pesawat tempur tersebut. Namun, dia menyerukan lebih banyak pengiriman dan program pelatihan yang lebih luas bagi para pilot Ukraina.
Pada hari Senin, Rusia melancarkan apa yang oleh otoritas di Kyiv digambarkan sebagai "salah satu serangan gabungan terbesar" sejak dimulainya perang pada Februari 2022.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, serangan presisi tinggi besar-besaran terhadap Ukraina dilakukan dengan menggunakan senjata jarak jauh berbasis udara dan laut, serta pesawat nirawak.
Serangan itu menargetkan fasilitas energi yang mendukung kompleks industri pertahanan Ukraina khususnya, serta beberapa lapangan udara yang menyimpan amunisi udara yang dipasok Barat.
"F-16 [memiliki] hasil yang baik...Sebagai bagian dari serangan rudal [Rusia] yang sangat besar ini [pada hari Senin], kami menembak jatuh beberapa dengan bantuan F-16," kata Zelensky, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (29/8/2024).
Dia berterima kasih kepada para pendukung dari negara-negara Barat karena telah memasok pesawat tempur tersebut. Namun, dia menyerukan lebih banyak pengiriman dan program pelatihan yang lebih luas bagi para pilot Ukraina.
Pada hari Senin, Rusia melancarkan apa yang oleh otoritas di Kyiv digambarkan sebagai "salah satu serangan gabungan terbesar" sejak dimulainya perang pada Februari 2022.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, serangan presisi tinggi besar-besaran terhadap Ukraina dilakukan dengan menggunakan senjata jarak jauh berbasis udara dan laut, serta pesawat nirawak.
Serangan itu menargetkan fasilitas energi yang mendukung kompleks industri pertahanan Ukraina khususnya, serta beberapa lapangan udara yang menyimpan amunisi udara yang dipasok Barat.
Lihat Juga :