Dua Pertiga Tank Ukraina yang Dipasokan AS Sudah Dihancurkan Rusia
Minggu, 25 Agustus 2024 - 17:15 WIB
loading...
Dua petriga tank Ukraina bantuan AS dihancurkan Rusia. Foto/AP
A
A
A
MOSKOW - Ukraina telah kehilangan dua pertiga tank tempur utama Abrams M1 yang dipasok AS hanya dalam kurun waktu setengah tahun. Demikian dilaporkan majalah Military Watch.
Media tersebut mengatakan melaporkan, "hampir 20" dari 31 tank yang diberikan ke Kiev oleh Washington telah dihancurkan oleh pasukan Rusia.
Abrams terbaru diledakkan di Wilayah Kursk Rusia, Majalah Military Watch mengatakan, berdasarkan video yang diunggah oleh saluran Telegram Rusia. Tampaknya itu adalah tank Amerika pertama yang hilang oleh Ukraina selama serangannya yang sedang berlangsung ke wilayah Rusia yang diakui secara internasional, tambahnya.
M1 yang dimaksud memiliki lapisan pelindung reaktif eksplosif yang “ditingkatkan secara signifikan”, karena Ukraina mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan perlindungan tank buatan AS, “terutama setelah mereka mengalami kerugian besar dalam pertempuran pertama mereka dengan pasukan Rusia pada Februari-April 2024,” demikian bunyi laporan tersebut.
Namun, Abrams masih tidak dapat menahan proyektil dari sistem rudal anti-tank genggam, kemungkinan Kornet, yang dilaporkan telah mengenainya, tegasnya.
Baca Juga: Gelar Pertukaran 230 Tawanan Perang, Akankah Jadi Awal Perundingan Damai Rusia dan Ukraina?
Military Watch mengingatkan pelanggan bahwa pasukan Ukraina yang mengoperasikan M1 sebelumnya telah mengeluh kepada media Barat tentang “masalah teknis, termasuk kerentanan komponen elektronik terhadap kondensasi, serta kerentanannya terhadap tembakan Rusia.”
Media tersebut mengatakan melaporkan, "hampir 20" dari 31 tank yang diberikan ke Kiev oleh Washington telah dihancurkan oleh pasukan Rusia.
Abrams terbaru diledakkan di Wilayah Kursk Rusia, Majalah Military Watch mengatakan, berdasarkan video yang diunggah oleh saluran Telegram Rusia. Tampaknya itu adalah tank Amerika pertama yang hilang oleh Ukraina selama serangannya yang sedang berlangsung ke wilayah Rusia yang diakui secara internasional, tambahnya.
M1 yang dimaksud memiliki lapisan pelindung reaktif eksplosif yang “ditingkatkan secara signifikan”, karena Ukraina mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan perlindungan tank buatan AS, “terutama setelah mereka mengalami kerugian besar dalam pertempuran pertama mereka dengan pasukan Rusia pada Februari-April 2024,” demikian bunyi laporan tersebut.
Namun, Abrams masih tidak dapat menahan proyektil dari sistem rudal anti-tank genggam, kemungkinan Kornet, yang dilaporkan telah mengenainya, tegasnya.
Baca Juga: Gelar Pertukaran 230 Tawanan Perang, Akankah Jadi Awal Perundingan Damai Rusia dan Ukraina?
Military Watch mengingatkan pelanggan bahwa pasukan Ukraina yang mengoperasikan M1 sebelumnya telah mengeluh kepada media Barat tentang “masalah teknis, termasuk kerentanan komponen elektronik terhadap kondensasi, serta kerentanannya terhadap tembakan Rusia.”
Lihat Juga :