Palestina Seru Dunia Tekan Israel Fasilitasi Kunjungan Mahmoud Abbas ke Gaza
Sabtu, 24 Agustus 2024 - 10:45 WIB
loading...
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidato selama Pertemuan Parlemen Luar Biasa tentang Palestina di Parlemen Turki di Ankara, Turki, 15 Agustus 2024. Foto/AP/Ali Unal
A
A
A
TEPI BARAT - Palestina menyerukan tekanan internasional terhadap Israel untuk membantu memastikan rencana kunjungan Presiden Mahmoud Abbas ke Jalur Gaza.
Menteri Negara Urusan Luar Negeri Otoritas Palestina Varsen Aghabekian Shahin mengatakan kepada Anadolu bahwa Palestina "melanjutkan rencana kunjungan Presiden Abbas ke Jalur Gaza".
Dia mendesak tekanan internasional terhadap Israel untuk memungkinkan kunjungan tersebut. "Semua negara yang mengetahui kunjungan tersebut harus berpartisipasi dalam pengaturannya dan memberikan tekanan pada negara pendudukan (Israel). Kami berharap kunjungan tersebut akan terjadi," ujar dia.
Shahin mengatakan satu komite Palestina telah dibentuk untuk memfasilitasi dan mengatur kunjungan ke daerah kantong tersebut, tempat Israel membunuh lebih dari 40.200 orang sejak serangan lintas batas oleh Hamas Oktober lalu.
Wasel Abu Yousef, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan Israel belum secara resmi menyetujui atau menolak kunjungan yang akan datang.
"Kami hanya mendengar penolakan dari media Israel. Kami bekerja keras agar kunjungan ini berhasil," papar dia kepada Anadolu pada Jumat (23/8/2024).
Abu Yousef mengonfirmasi beberapa negara, termasuk negara-negara Arab, Eropa, dan Afrika, serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, dan PBB, telah dihubungi untuk memberikan tekanan kepada Israel.
Menteri Negara Urusan Luar Negeri Otoritas Palestina Varsen Aghabekian Shahin mengatakan kepada Anadolu bahwa Palestina "melanjutkan rencana kunjungan Presiden Abbas ke Jalur Gaza".
Dia mendesak tekanan internasional terhadap Israel untuk memungkinkan kunjungan tersebut. "Semua negara yang mengetahui kunjungan tersebut harus berpartisipasi dalam pengaturannya dan memberikan tekanan pada negara pendudukan (Israel). Kami berharap kunjungan tersebut akan terjadi," ujar dia.
Shahin mengatakan satu komite Palestina telah dibentuk untuk memfasilitasi dan mengatur kunjungan ke daerah kantong tersebut, tempat Israel membunuh lebih dari 40.200 orang sejak serangan lintas batas oleh Hamas Oktober lalu.
Wasel Abu Yousef, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan Israel belum secara resmi menyetujui atau menolak kunjungan yang akan datang.
"Kami hanya mendengar penolakan dari media Israel. Kami bekerja keras agar kunjungan ini berhasil," papar dia kepada Anadolu pada Jumat (23/8/2024).
Abu Yousef mengonfirmasi beberapa negara, termasuk negara-negara Arab, Eropa, dan Afrika, serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab, dan PBB, telah dihubungi untuk memberikan tekanan kepada Israel.
Lihat Juga :