Terungkap, Mohammed bin Salman Ogah Bayar Bantuan AS pada Arab Saudi dalam Perang Yaman

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 10:48 WIB
loading...
Terungkap, Mohammed...
Investigasi The Intercept mengungkap Putra Mahkota Mohammed bin Salman menolak membayar bantuan AS pada Arab Saudi dalam perangnya di Yaman. Foto/SPA
A A A
WASHINGTON - Kerajaan Arab Saudi, yang secara de facto dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman, telah menolak membayar tagihan bantuan Amerika Serikat (AS) dalam perang di Yaman.

Itu terungkap dalam investigasi The Intercept. Kerajaan, menurut temuan tersebut, telah berulang kali mengabaikan tagihan dari Departemen Pertahanan Amerika perihal bantuan pengisian bahan bakar jet-jet tempur Riyadh selama operasi militernya.

Pentagon telah mengelak permintaan The Intercept untuk mengomentari tagihan yang belum dibayar tersebut.

Sekadar diketahui, Arab Saudi dengan koalisi yang dipimpinnya meluncurkan perang di Yaman pada 2015 untuk memerangi kelompok Houthi dan membela pemerintah Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi.

Baca Juga: Eks Pejabat Saudi Tuding Mohammed bin Salman Palsukan Tanda Tangan Raja Salman pada Dekrit Perang Yaman

Senator Rand Paul dalam sebuah pernyataan kepada The Intercept, mengecam kerajaan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Pentagon sebagai tanggapan atas temuan itu.

“Anak-anak Yaman akan tumbuh dengan mengetahui perang brutal Arab Saudi yang menyebabkan begitu banyak pembantaian dan kelaparan dimungkinkan dengan dukungan Amerika," kata Paul.

"Sekarang, putra mahkota miliarder itu tampaknya tidak akan mengganti uang pembayar pajak Amerika untuk mengisi bahan bakar pesawat tempurnya,” lanjut Paul, yang dilansir Jumat (23/8/2024).

“Kenakalan Arab Saudi, dan kurangnya transparansi pemerintah kita yang arogan, semakin menunjukkan bahwa pengabdian Amerika kepada rezim otokratis ini merupakan aib nasional.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Elon Musk Selangkah...
Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia Lewat IPO SpaceX
Rekomendasi
PT GLI Bantah Giorgio...
PT GLI Bantah Giorgio Antonio CEO dan Pemilik Perusahaan, Ini Klarifikasi Lengkapnya!
Keponakan Bupati Muara...
Keponakan Bupati Muara Enim Ikut Jadi Tersangka dalam OTT KPK
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Berita Terkini
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Infografis
Mohammed bin Salman,...
Mohammed bin Salman, Pemimpin Arab Paling Berpengaruh 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved