Pentagon: 2 Kapal Induk AS Bikin Iran Pikir-pikir untuk Serang Israel
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Singh mengatakan postur pasukan AS yang diperkuat mengirimkan pesan pencegahan yang "sangat kuat", juga penegasan dukungan Washington kepada Israel jika diserang.
Singh tidak dapat mengatakan berapa lama aset militer tambahan akan tinggal di Timur Tengah.
Militer AS bergegas untuk memperkuat kehadirannya dalam beberapa minggu terakhir setelah Iran dan Hizbullah bersumpah untuk membalas terhadap Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran dan komandan Hizbullah Fuad Shukr di Beirut.
Namun, respons yang dijanjikan itu belum juga datang, di mana Iran dan Hizbullah mengatakan bahwa membiarkan "musuh" menunggu adalah bagian dari permainan perang psikologis yang mereka mainkan.
Aset militer AS tambahan yang dikirim ke wilayah tersebut mencakup ribuan pasukan tambahan, sistem pertahanan rudal balistik, kapal selam bertenaga nuklir yang dilengkapi dengan puluhan rudal jelajah Tomahawk, kapal tempur amfibi USS Wasp, dan banyak lagi.
Pejabat AS telah mengantisipasi respons Iran pada hari-hari setelah pembunuhan Ismail Haniyeh dan Fuad Shukr pada akhir Juli lalu. Intelijen kemudian diperbarui beberapa kali, sehingga menunda waktu respons apa pun.
Hingga Kamis malam, pejabat AS yang mengetahui penilaian intelijen terbaru mengatakan bahwa Washington masih memperkirakan semacam pembalasan dari Iran dan Hizbullah.
Masih belum jelas apakah mereka akan berkoordinasi untuk melakukan respons bersama atau masing-masing akan melakukan operasi mereka sendiri.
Singh tidak dapat mengatakan berapa lama aset militer tambahan akan tinggal di Timur Tengah.
Militer AS bergegas untuk memperkuat kehadirannya dalam beberapa minggu terakhir setelah Iran dan Hizbullah bersumpah untuk membalas terhadap Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran dan komandan Hizbullah Fuad Shukr di Beirut.
Namun, respons yang dijanjikan itu belum juga datang, di mana Iran dan Hizbullah mengatakan bahwa membiarkan "musuh" menunggu adalah bagian dari permainan perang psikologis yang mereka mainkan.
Aset militer AS tambahan yang dikirim ke wilayah tersebut mencakup ribuan pasukan tambahan, sistem pertahanan rudal balistik, kapal selam bertenaga nuklir yang dilengkapi dengan puluhan rudal jelajah Tomahawk, kapal tempur amfibi USS Wasp, dan banyak lagi.
Pejabat AS telah mengantisipasi respons Iran pada hari-hari setelah pembunuhan Ismail Haniyeh dan Fuad Shukr pada akhir Juli lalu. Intelijen kemudian diperbarui beberapa kali, sehingga menunda waktu respons apa pun.
Hingga Kamis malam, pejabat AS yang mengetahui penilaian intelijen terbaru mengatakan bahwa Washington masih memperkirakan semacam pembalasan dari Iran dan Hizbullah.
Masih belum jelas apakah mereka akan berkoordinasi untuk melakukan respons bersama atau masing-masing akan melakukan operasi mereka sendiri.
Lihat Juga :