Ukraina Awalnya Merahasiakan Invasi ke Kursk dari Barat, Berikut 3 Pemicunya

Senin, 19 Agustus 2024 - 18:40 WIB
loading...
Ukraina Awalnya Merahasiakan...
Ukraina awalnya merahasiakan invasi ke Kursk dari Barat. Foto/AP
A A A
MOSKOW - Ukraina sengaja tidak memberi tahu para pendukung Baratnya tentang rencananya untuk melakukan serangan lintas batas ke Rusia. Namun, setelah serangan ke Kursk dianggap berhasil, maka Ukraina mendapatkan pujian.

Ukraina Awalnya Merahasiakan Invasi ke Kursk dari Barat, Berikut 3 Pemicunya

1. Takut Barat Membatalkan Serangan

Ukraina takut mereka akan memerintahkan Kiev untuk membatalkan operasi itu atau rinciannya akan dibocorkan. Demikian dilaporkan The Economist.

Komandan itu juga dilaporkan berkomitmen pada tingkat kerahasiaan tertinggi, membahas rencana hanya dengan sekelompok pejabat terpilih dan memberi tahu Vladimir Zelensky tentang kemajuan hanya secara pribadi. Ini juga berarti bahwa "sekutu Barat... sengaja dibiarkan dalam kegelapan," The Economist melaporkan.

"Syrsky memiliki dua operasi sebelumnya yang dirusak oleh Barat. Satu dibocorkan ke Rusia, dan pada kesempatan lain, kami diperintahkan untuk membatalkannya," kata sumber The Economist.

Terkait dugaan kebocoran tersebut, hal ini mungkin merujuk pada serangan balik musim panas 2023 yang berakhir dengan kegagalan bagi pasukan Ukraina. Zelensky mengklaim pada bulan Februari bahwa rencana operasi tersebut telah "dibahas Kremlin bahkan sebelum [operasi] itu dimulai."

2. Panglima Militer Ukraina Hampir Dipecat

Menurut sumber-sumber yang mengetahui perencanaan serangan besar-besaran Kiev di Wilayah Kursk Rusia, komandan militer tertinggi Ukraina, Aleksandr Syrsky, hampir dipecat hanya beberapa minggu sebelum operasi dimulai karena garis depan yang runtuh di Donbass.

Saat ketegangan meningkat, Syrsky merancang apa yang digambarkan The Economist sebagai "perjudian berani yang lahir dari keputusasaan," dengan beberapa skenario yang tersedia. Ini termasuk serangan terhadap wilayah perbatasan Kursk atau Bryansk, atau kombinasi keduanya. "Tujuan utamanya adalah untuk menarik pasukan [Rusia] menjauh dari cengkeraman Donbass, dan untuk menciptakan alat tawar-menawar untuk setiap negosiasi di masa mendatang," kata demikian tulis The Economist.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved