Jenderal Legendaris Israel: Bunuh Para Pemimpin Iran, Rezimnya Akan Runtuh!
Kamis, 15 Agustus 2024 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
Dia mendesak Israel untuk menanggapi setiap ancaman dengan serius guna menghindari terulangnya peristiwa 7 Oktober.
Dia mengatakan orang Iran dia kenal baik. "Namun, para penguasa Iran religius dan sangat tidak populer. Israel perlu membunuh para pemimpin mereka dan rezim itu akan runtuh," serunya.
"Rakyat Iran telah mencintai kita sejak zaman Xerxes. Setiap kali protes antipemerintah meletus, Amerika hanya duduk di samping dan tidak melakukan apa pun. Mossad dan CIA harus mengorganisasi operasi bawah tanah untuk menyingkirkan para pemimpin Iran—dan rezim itu akan jatuh," paparnya.
Pada hari Minggu, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Ali Mohammad Naeini mengatakan bahwa Israel akan menerima respons tegas atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada 31 Juli lalu.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa membalas dendam atas kematian Haniyeh merupakan "tugas agama dan nasional."
Haniyeh terbunuh pada tanggal 31 Juli saat mengunjungi Teheran untuk menghadiri pelantikan Presiden baru negara tersebut, Masoud Pezeshkian.
Dia mengatakan orang Iran dia kenal baik. "Namun, para penguasa Iran religius dan sangat tidak populer. Israel perlu membunuh para pemimpin mereka dan rezim itu akan runtuh," serunya.
"Rakyat Iran telah mencintai kita sejak zaman Xerxes. Setiap kali protes antipemerintah meletus, Amerika hanya duduk di samping dan tidak melakukan apa pun. Mossad dan CIA harus mengorganisasi operasi bawah tanah untuk menyingkirkan para pemimpin Iran—dan rezim itu akan jatuh," paparnya.
Pada hari Minggu, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Ali Mohammad Naeini mengatakan bahwa Israel akan menerima respons tegas atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada 31 Juli lalu.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa membalas dendam atas kematian Haniyeh merupakan "tugas agama dan nasional."
Haniyeh terbunuh pada tanggal 31 Juli saat mengunjungi Teheran untuk menghadiri pelantikan Presiden baru negara tersebut, Masoud Pezeshkian.
(mas)
Lihat Juga :