Rusia: Sikap Barat Terhadap Pengungsi Suriah Salah dan Bias
Selasa, 03 September 2019 - 03:53 WIB
Rusia: Sikap Barat Terhadap Pengungsi Suriah Salah dan Bias
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyebut, sikap negara-negara Barat terhadap pengungsi Suriah adalah sesuatu yang salah dan juga bias. Sejumlah negara Barat menolak untuk berpartisipasi dalam pemulihan infrastruktur Suriah, yang akan mendorong kembalinya para pengungsi ke rumah mereka.
"Sejauh solusi masalah konkret untuk mempromosikan kembalinya para pengungsi ke rumah mereka, masalah utama adalah tidak cukupnya perhatian sebagian besar negara-negara Barat terhadap masalah menciptakan kondisi bagi para pengungsi dan orang-orang yang dipindahkan secara lokal," ucap Lavrov.
"Bahkan, hanya kami dan India, dan sampai batas tertentu China, yang menangani masalah ini," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Selasa (3/9).
Dia menyebut, Barat secara kategoris menentang investasi dalam penciptaan kondisi kehidupan normal yang akan memungkinkan warga Suriah kembali ke rumah mereka. Barat, papar Lavrov, berpendapat mereka tidak dapat mulai melakukan apa pun di sepanjang garis ini selama tidak ada kejelasan mengenai proses politik.
"Ketika proses politik dimulai dan mendapatkan momentum, mereka berjanji untuk memikirkan apakah mereka harus berinvestasi dalam menyediakan infrastruktur bagi mereka yang telah meninggalkan rumah mereka," ungkapnya.
"Negara-negara Barat sengaja meninggalkan kriteria kemajuan mereka agak kabur untuk memiliki kesempatan untuk terlibat dalam manipulasi lebih lanjut. Kami percaya bahwa pendekatan semacam ini salah dan bias," paparya.
Secara khusus, Lavrov mengatakan fokus perhatian seharusnya bukan pada membangun pabrik dan fasilitas industri lainnya, tetapi pada memberi warga sipil rumah, akses terhadap air bersih, layanan medis dan pendidikan dasar.
"Sejauh solusi masalah konkret untuk mempromosikan kembalinya para pengungsi ke rumah mereka, masalah utama adalah tidak cukupnya perhatian sebagian besar negara-negara Barat terhadap masalah menciptakan kondisi bagi para pengungsi dan orang-orang yang dipindahkan secara lokal," ucap Lavrov.
"Bahkan, hanya kami dan India, dan sampai batas tertentu China, yang menangani masalah ini," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Selasa (3/9).
Dia menyebut, Barat secara kategoris menentang investasi dalam penciptaan kondisi kehidupan normal yang akan memungkinkan warga Suriah kembali ke rumah mereka. Barat, papar Lavrov, berpendapat mereka tidak dapat mulai melakukan apa pun di sepanjang garis ini selama tidak ada kejelasan mengenai proses politik.
"Ketika proses politik dimulai dan mendapatkan momentum, mereka berjanji untuk memikirkan apakah mereka harus berinvestasi dalam menyediakan infrastruktur bagi mereka yang telah meninggalkan rumah mereka," ungkapnya.
"Negara-negara Barat sengaja meninggalkan kriteria kemajuan mereka agak kabur untuk memiliki kesempatan untuk terlibat dalam manipulasi lebih lanjut. Kami percaya bahwa pendekatan semacam ini salah dan bias," paparya.
Secara khusus, Lavrov mengatakan fokus perhatian seharusnya bukan pada membangun pabrik dan fasilitas industri lainnya, tetapi pada memberi warga sipil rumah, akses terhadap air bersih, layanan medis dan pendidikan dasar.
(esn)