Serangan Iran ke Israel Akan Berbeda Dibandingkan Sebelumnya, Seperti Apa Kejutannya?

Rabu, 14 Agustus 2024 - 17:10 WIB
loading...
A A A
Haimovich mengatakan serangan balasan Israel pada bulan April menyampaikan pesan yang kuat kepada pemerintah Iran, tetapi ia mengatakan itu mungkin belum 'cukup.' Serangan terhadap sistem radar canggih Iran di Isfahan hanya beberapa hari setelah Teheran melancarkan lebih dari 300 serangan pesawat nirawak dan rudal ke Israel, menunjukkan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak dapat menandingi kekuatan militer Israel, katanya.

"Setelah tanggapan Israel pada bulan April, rezim Iran, mereka memahami dengan tepat apa kemampuan Israel," katanya.

Sementara dunia mengamati apa yang akan terjadi, mantan komandan IDF Brigadir Jenderal Zvika Haimovich mengatakan tujuan strategis Israel melibatkan membawa pulang para sandera terlebih dahulu dan perang melawan Hamas, sehingga perang regional yang lebih besar harus dilawan.

"Ini sangat rumit. Saya pikir dalam jangka pendek, kita perlu menyelesaikan perang multi-front yang sedang kita hadapi. Ini lebih dari tujuh front yang berbeda," kata Brigadir Jenderal Zvika Haimovich, mengacu pada perang multi-front dengan Gaza, Lebanon, Suriah, Tepi Barat, Irak, Yaman, dan Iran.

Terlibat dalam perang dengan Iran, berpotensi mengalihkan fokus ke konflik regional yang lebih luas.

"Dalam jangka panjang, saya pikir kita perlu fokus pada nuklir Iran, menggunakan visi dan kemampuan, dan membangun koalisi yang kuat dan stabil yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan juga negara-negara Arab Sunni melawan Iran," katanya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved