NASA Akui Roket Boeing Dibuat Pekerja Tak Berpengalaman
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Kekurangan ini "sebagian besar disebabkan oleh kurangnya jumlah pekerja kedirgantaraan yang terlatih dan berpengalaman di Boeing," lanjut laporan itu, mengutip satu contoh bagaimana "teknisi yang tidak berpengalaman" perusahaan itu tidak dapat mengelas tangki bahan bakar sesuai dengan standar NASA.
Pengelasan yang buruk ini secara langsung menyebabkan penundaan selama tujuh bulan dalam pengembangan tahap atas roket.
"Proses Boeing untuk mengatasi kekurangan hingga saat ini tidak efektif, dan perusahaan secara umum tidak responsif dalam mengambil tindakan perbaikan ketika masalah kontrol kualitas yang sama terulang kembali," laporan itu menyatakan.
Boeing awalnya berjanji mengirimkan tahap atas pada Februari 2021, dan sekarang bersikeras itu akan siap pada April 2027.
Biaya telah melonjak sementara itu, dengan NASA memperkirakan tahap tersebut akan menelan biaya USD2,8 miliar pada tahun 2028, lebih dari dua kali lipat perkiraan Boeing tahun 2017 sebesar USD962 juta.
Kantor inspektur jenderal merekomendasikan agar Boeing didenda karena "tidak mematuhi standar kendali mutu."
Pengelasan yang buruk ini secara langsung menyebabkan penundaan selama tujuh bulan dalam pengembangan tahap atas roket.
"Proses Boeing untuk mengatasi kekurangan hingga saat ini tidak efektif, dan perusahaan secara umum tidak responsif dalam mengambil tindakan perbaikan ketika masalah kontrol kualitas yang sama terulang kembali," laporan itu menyatakan.
Boeing awalnya berjanji mengirimkan tahap atas pada Februari 2021, dan sekarang bersikeras itu akan siap pada April 2027.
Biaya telah melonjak sementara itu, dengan NASA memperkirakan tahap tersebut akan menelan biaya USD2,8 miliar pada tahun 2028, lebih dari dua kali lipat perkiraan Boeing tahun 2017 sebesar USD962 juta.
Kantor inspektur jenderal merekomendasikan agar Boeing didenda karena "tidak mematuhi standar kendali mutu."
Lihat Juga :