Mahkamah Konstitusi Thailand Bubarkan Partai Move Forward yang Memenangkan Pemilu

Rabu, 07 Agustus 2024 - 19:15 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Subsidi Mobil Listrik Thailand Kacau Balau: Perang Harga dan Industri Otomotif Terguncang!

Mahkamah Konstitusi Thailand, yang telah membubarkan 34 partai sejak 2006, telah lama menjadi penjaga utama status quo konservatif - intinya adalah monarki, yang dilindungi oleh militer yang tegas secara politik. Di luar itu, kekuasaan yang tidak bertanggung jawab dipegang oleh pejabat istana, hakim senior, taipan bisnis, serta perwira militer dan polisi.

Berdasarkan konstitusi yang dirancang militer, senat memiliki peran yang menentukan dalam penunjukan hakim pengadilan konstitusi, dan atas komposisi badan ekstra-parlementer berpengaruh lainnya seperti Komisi Pemilihan Umum dan Komisi Anti-Korupsi Nasional.

Senat sebelumnya ditunjuk oleh junta militer yang memerintah Thailand dari 2014 hingga 2019, dan menulis ulang lanskap politik tempat partai harus beroperasi saat ini. Senat memainkan peran utama dalam menghalangi Move Forward membentuk pemerintahan.

Tidak jelas apa yang diharapkan dari senat baru tahun ini - tetapi sistem pemilihan yang aneh hanya memungkinkan mereka yang mencari kursi di senat untuk memilih kandidat dalam beberapa putaran. Hal itu, dan beberapa transaksi gelap di balik layar, telah menghasilkan senat baru beranggotakan 200 orang, yang sebagian besar tampaknya terkait dengan sebuah partai yang dikenal karena kesetiaannya yang tak terkompromikan terhadap monarki.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Laporan: Mossad Coba...
Laporan: Mossad Coba Rekrut Eks Presiden Ahmadinejad dalam Operasi Pergantian Rezim Iran
Trump Sebut Iran Sudah...
Trump Sebut Iran Sudah Tak Berdaya: Angkatan Laut dan Pemimpin Mereka Telah Tiada
Rekomendasi
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Jadwal Final Piala Dunia...
Jadwal Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved