Apa Alasan Kuat Hamas Memilih Yahya Sinwar sebagai Pengganti Haniyeh?
Kamis, 08 Agustus 2024 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
“Dan itu benar-benar mengirimkan sinyal, sejauh menyangkut negosiasi gencatan senjata, bahwa Gaza yang memegang kendali.”
Baca Juga: Houthi: Yahya Sinwar Akan Mewujudkan Fase Bersejarah
![Apa Alasan Kuat Hamas Memilih Yahya Sinwar sebagai Pengganti Haniyeh?]()
Foto/EPA
Hizbullah menyambut baik penunjukan Sinwar pada Selasa malam, menyebutnya sebagai pesan yang kuat kepada Israel dan Amerika Serikat, dan menunjukkan bahwa Hamas bersatu dalam pengambilan keputusannya.
“Memilih saudara Yahya Sinwar dari jantung Jalur Gaza yang terkepung – yang hadir di garis depan bersama para pejuang perlawanan dan di antara anak-anak rakyatnya, di bawah reruntuhan, blokade, pembunuhan, dan kelaparan – menegaskan kembali bahwa tujuan yang dicari musuh dengan membunuh para pemimpin telah gagal,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
![Apa Alasan Kuat Hamas Memilih Yahya Sinwar sebagai Pengganti Haniyeh?]()
Foto/EPA
Namun, meskipun Israel berjanji untuk melenyapkan Hamas, dan kampanye militer yang termasuk di antara yang paling merusak dalam sejarah modern, kelompok bersenjata Palestina tersebut terus bertahan melawan pasukan Israel di Gaza.
Sinwar juga berhasil menghindari penangkapan oleh Israel, meskipun Gallant menyatakan bahwa Sinwar hidup "dalam waktu pinjaman" setelah 7 Oktober.
"Saya pikir fokus pada Gaza, dan fokus pada Sinwar, merupakan sinyal pembangkangan yang besar," kata analis politik senior Al Jazeera Marwan Bishara.
Baca Juga: Houthi: Yahya Sinwar Akan Mewujudkan Fase Bersejarah
2. Mengirimkan Pesan Persatuan Hamas kepada AS dan Israel

Foto/EPA
Hizbullah menyambut baik penunjukan Sinwar pada Selasa malam, menyebutnya sebagai pesan yang kuat kepada Israel dan Amerika Serikat, dan menunjukkan bahwa Hamas bersatu dalam pengambilan keputusannya.
“Memilih saudara Yahya Sinwar dari jantung Jalur Gaza yang terkepung – yang hadir di garis depan bersama para pejuang perlawanan dan di antara anak-anak rakyatnya, di bawah reruntuhan, blokade, pembunuhan, dan kelaparan – menegaskan kembali bahwa tujuan yang dicari musuh dengan membunuh para pemimpin telah gagal,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
3. Menunjukkan Sinyal Pembangkangan

Foto/EPA
Namun, meskipun Israel berjanji untuk melenyapkan Hamas, dan kampanye militer yang termasuk di antara yang paling merusak dalam sejarah modern, kelompok bersenjata Palestina tersebut terus bertahan melawan pasukan Israel di Gaza.
Sinwar juga berhasil menghindari penangkapan oleh Israel, meskipun Gallant menyatakan bahwa Sinwar hidup "dalam waktu pinjaman" setelah 7 Oktober.
"Saya pikir fokus pada Gaza, dan fokus pada Sinwar, merupakan sinyal pembangkangan yang besar," kata analis politik senior Al Jazeera Marwan Bishara.
Lihat Juga :