Kerusuhan di Inggris: Komunitas Muslim Kini Hidup dalam Ketakutan

Rabu, 07 Agustus 2024 - 08:01 WIB
loading...
A A A
"Tidak ada apa-apa, benar-benar tidak ada yang tersisa di sana, hanya abu," papar dia.

"Kita dapat membangunnya kembali, tidak apa-apa. Tetapi pertanyaannya adalah, dapatkah kita aman? Dapatkah kita hidup dengan damai? Dapatkah kita kembali bekerja tanpa merasa takut?” ungkap dia.

"Orang-orang dapat menunjukkan simpati mereka kepada kita. Itu bagus, tetapi saya menginginkan tindakan. Polisi seharusnya melindungi kita… kita hidup dalam ketakutan, saya juga hidup dalam ketakutan saat berjalan di jalan. Saya waspada," ujar dia.

Kekerasan tersebut, yang telah menyebabkan banyak penangkapan dan membuat komunitas Muslim Inggris gelisah, menghadirkan tantangan signifikan bagi Perdana Menteri dari Partai Buruh Keir Starmer yang baru menjabat sebulan.

Kekerasan tersebut juga menyoroti agitator sayap kanan yang terkait dengan hooliganisme sepak bola pada saat elemen anti-imigrasi memperoleh sejumlah keberhasilan elektoral dalam politik Inggris.

Starmer menuduh, "Preman membajak kesedihan bangsa untuk menebar kebencian."

Dia berjanji mereka yang melakukan tindakan kekerasan akan "menghadapi kekuatan hukum penuh".

Namun, pemerintahannya telah dikritik karena gagal menjangkau para pemimpin dan kelompok komunitas Muslim Inggris.

Pada Senin, Anggota Parlemen Partai Buruh Afzal Khan menerbitkan surat yang menyerukan Starmer untuk terlibat dengan Dewan Muslim Inggris (MCB).

Dia menulis bahwa dengan serangan terhadap masjid dan "perusuh sayap kanan yang meneriakkan kebencian Islamofobia", Muslim Inggris merasa cemas dan tidak aman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Tiga Putra Mendiang...
Tiga Putra Mendiang Ali Khamenei Hadiri Pemakaman, Pemimpin Tertinggi Mojtaba Tak Terlihat
Bersejarah! Prancis...
Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun
Rekomendasi
Daftar 31 Pati TNI AL...
Daftar 31 Pati TNI AL Naik Pangkat, Salah Satunya Laksma Khoirul Fu’ad yang Jabat Wadanpuspomal
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
OTT Bupati Sukoharjo,...
OTT Bupati Sukoharjo, KPK Tangkap Empat Orang Lain Terkait Kasus Pemerasan
Berita Terkini
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved