Citra Putin Akan Naik Jika Rusia Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 NATO di Ukraina

Senin, 05 Agustus 2024 - 09:30 WIB
loading...
Citra Putin Akan Naik...
Ukraina mulai operasikan jet tempur F-16 pasokan negara-negara NATO. Citra Presiden Rusia Vladimir Putin akan naik jika Moskow tembak jatuh jet tempur tersebut. Foto/EPA-EFE/Robert Ghement
A A A
KYIV - Ukraina telah menerima dan mengoperasikan jet tempur F-16 pasokan negara-negara NATO.

Meski jadi harapan baru bagi Kyiv, jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) itu juga bisa menaikkan citra Presiden Rusia Vladimir Putin jika mereka ditembak jatuh pasukan Moskow.

Analisa itu muncul dalam laporan The Independent ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara resmi mengonfirmasi kehadairan pesawat tempur tersebut.

"Presiden Rusia Vladimir Putin akan menikmati citra yang akan ditimbulkan oleh penghancuran F-16 dari negara-negara NATO," tulis media Inggris tersebut, dengan mencatat bahwa pesawat yang dikirim itu merupakan pesawat tua.

Baca Juga: Ukraina Mulai Kerahkan Jet Tempur F-16 Buatan AS, Perang Lawan Rusia Makin Memanas

"Angkatan Bersenjata Rusia kemungkinan akan menghancurkan F-16 di darat dengan rudal jarak jauh," lanjut analisa publikasi tersebut.

Media itu juga memperingatkan bahwa jet tempur Su-35 Rusia akan menjadi salah satu ancaman terbesar bagi F-16 di Ukraina, selain sistem pertahanan rudal Moskow yang dilengkapi radar pengawasan canggih.

Fakta bahwa pilot Kyiv hanya mendapatkan "kursus kilat" pelatihan selama sembilan bulan tentang penggunaan F-16 dibandingkan dengan kursus tiga tahun yang biasanya diterima pilot Barat juga menjadi ulasan The Independent.

Zelensky, pada hari Minggu, mengatakan kedatangan F-16 memberi Ukraina dorongan moral yang sangat dibutuhkan dalam perang yang melelahkan melawan Rusia.

"F-16 ada di Ukraina. Kami mewujudkannya," kata Zelensky dalam komentar yang diunggah dalam sebuah video di Telegram dan di situs web resmi kepresidenan, Senin (5/8/2024).

"Saya bangga dengan semua orang kita yang menguasai pesawat-pesawat ini dengan kualitas tinggi dan telah mulai menggunakannya untuk negara kita."

Belgia, Denmark, Norwegia, dan Belanda telah berjanji untuk memasok Ukraina dengan F-16 buatan Amerika. Zelensky tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang berapa banyak pesawat yang telah dikirim, negara mana yang telah memasoknya, atau bagaimana pesawat-pesawat itu digunakan.

Dalam pernyataannya, Zelensky mengakui adanya perlawanan yang dihadapi Kyiv dalam menambahkan pesawat F-16 ke armadanya yang sudah ketinggalan zaman.

"Kami sering mendengar kata 'mustahil' sebagai tanggapan, tetapi kami telah mewujudkan apa yang menjadi ambisi kami, kebutuhan pertahanan kami, dan sekarang itu benar-benar menjadi kenyataan, kenyataan di langit kami," kata Zelensky.

Seorang pakar mengatakan dunia akan melihat pembuktian kinerja jet tempur buatan AS itu dalam perang Rusia-Ukraina.

“Saya pikir orang-orang menunggu momen klimaks ini ketika jet tiba dan semuanya berubah, dan itu tidak terjadi begitu saja,” kata Michelle “Mace” Curran, mantan pilot F-16, kepada The Washington Post.

“Ini mengasyikkan, tetapi kita harus sedikit bersabar untuk melihat hasilnya.”

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya bahwa Moskow melihat keberadaan F-16 berkemampuan nuklir di Ukraina sebagai ancaman nuklir.

Presiden Vladimir Putin menekankan bahwa jet F-16 yang dipasok Barat ke Ukraina tidak akan memiliki kekuatan untuk mengubah situasi di medan perang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved