3 Armada Militer AS yang Dikirim untuk Membela Israel dari Serangan Iran
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Austin juga memerintahkan pengerahan satu skuadron tempur ke wilayah tersebut, kata Singh.
AS telah memiliki kapal serbu amfibi USS Wasp di wilayah tersebut, yang beroperasi dengan Unit Ekspedisi Marinir ke-24, yang mampu melaksanakan evakuasi warga negara AS di Lebanon jika diperintahkan.
"Pertahanan global Amerika Serikat bersifat dinamis dan Departemen Pertahanan mempertahankan kemampuan untuk melakukan pengerahan dalam waktu singkat untuk menghadapi ancaman keamanan nasional yang terus berkembang," kata Singh dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga: Israel Jadi Target Rudal Iran, Maskapai Mulai Tangguhkan Penerbangan ke Tel Aviv
![3 Armada Militer AS yang Dikirim untuk Membela Israel dari Serangan Iran]()
Foto/EPA
AS juga mengirimkan satu skuadron jet tempur tambahan ke Timur Tengah.
"Austin telah memerintahkan penyesuaian postur militer AS yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan pasukan AS, meningkatkan dukungan bagi pertahanan Israel, dan memastikan Amerika Serikat siap menanggapi berbagai kemungkinan," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.
AS telah memiliki kapal serbu amfibi USS Wasp di wilayah tersebut, yang beroperasi dengan Unit Ekspedisi Marinir ke-24, yang mampu melaksanakan evakuasi warga negara AS di Lebanon jika diperintahkan.
"Pertahanan global Amerika Serikat bersifat dinamis dan Departemen Pertahanan mempertahankan kemampuan untuk melakukan pengerahan dalam waktu singkat untuk menghadapi ancaman keamanan nasional yang terus berkembang," kata Singh dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga: Israel Jadi Target Rudal Iran, Maskapai Mulai Tangguhkan Penerbangan ke Tel Aviv
3. Satu Skuadron Jet Tempur

Foto/EPA
AS juga mengirimkan satu skuadron jet tempur tambahan ke Timur Tengah.
"Austin telah memerintahkan penyesuaian postur militer AS yang dirancang untuk meningkatkan perlindungan pasukan AS, meningkatkan dukungan bagi pertahanan Israel, dan memastikan Amerika Serikat siap menanggapi berbagai kemungkinan," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :