Apa Dampak Pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh bagi Israel?

Sabtu, 03 Agustus 2024 - 11:45 WIB
loading...
A A A
"Saya memperkirakan situasi serupa akan terjadi lagi kali ini,” papar dia.

Mortazavi merujuk pada serangan Iran pada April ketika negara itu menembakkan rentetan rudal dan pesawat nirawak ke Israel sebagai tanggapan atas serangan udara terhadap gedung konsulat Iran di Suriah, yang menewaskan tujuh orang termasuk dua jenderal Iran.

Otoritas Iran menyalahkan Israel atas serangan itu. Pejabat Iran juga berulang kali mengatakan negara-negara regional diberi peringatan 72 jam sebelum serangan diluncurkan ke Israel.

2. Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza Makin Suram


Pembunuhan Haniyeh, seorang lawan bicara utama Israel dalam negosiasi untuk mengakhiri perang di Gaza, dapat menyabotase atau mempercepat kesepakatan damai, menurut para analis.

Perang Israel yang menghancurkan di Gaza telah menewaskan hampir 40.000 orang, mengusir hampir seluruh populasi yang berjumlah 2,3 juta orang dan menyebabkan apa yang disebut para ahli PBB sebagai kelaparan di daerah kantong itu.

Selama beberapa bulan terakhir, Hamas dan Israel telah terlibat dalam pembicaraan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri pembunuhan di Gaza dan membebaskan tawanan Israel dengan imbalan ribuan tahanan Palestina, yang berisiko mengalami penyiksaan di penjara-penjara Israel.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sering kali merusak pembicaraan gencatan senjata, menurut para kritikus dan ahli.

Mereka menuduh Netanyahu, yang popularitasnya sedang berada pada titik terendah sepanjang masa, tidak ingin mengakhiri perang karena takut hal itu dapat meruntuhkan pemerintahan koalisi sayap kanannya dan memicu pemilihan umum lebih awal.

Namun, Mairav Zonszein, pakar Israel-Palestina untuk International Crisis Group, yakin Netanyahu dapat mencoba menggembar-gemborkan pembunuhan Haniyeh sebagai "kemenangan" bagi Israel, sehingga secara politis lebih memungkinkan baginya untuk menyetujui gencatan senjata.

"Berlawanan dengan intuisi, beberapa pejabat Israel mungkin mengatakan (pembunuhan) ini membawa kita lebih dekat ke gencatan senjata, karena kita memiliki narasi kemenangan sekarang," ujar Zonszein.

Azmi Keshawi, peneliti Crisis Group dan pakar Hamas, yakin Israel harus segera menyetujui kesepakatan jika mereka dapat memanfaatkan momentum pembunuhan Haniyeh.

Banyak warga Israel menyerukan gencatan senjata untuk membebaskan para tawanan di Gaza dan meredakan tekanan terhadap tentara Israel, yang kekurangan peralatan, amunisi, dan pasukan cadangan yang semakin menolak bertugas.

Keshawi menambahkan jika Israel berlarut-larut dalam negosiasi, mereka mungkin menganggap pengganti Haniyeh kurang berkompromi.

“Haniyeh tidak dianggap sebagai garis keras. Dia adalah orang yang mempersatukan dan dia siap berkompromi. Sekarang dengan ketidakhadirannya, (Israel) mungkin perlu berurusan dengan orang garis keras dari (petinggi) Hamas,” ungkap dia kepada Al Jazeera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Trump Ingin Rebut Selat...
Trump Ingin Rebut Selat Hormuz, Iran Beri Respons Keras: Berbahaya!
Rekomendasi
Tenaris Berikan Beasiswa...
Tenaris Berikan Beasiswa untuk 360 Siswa dan Bantuan Fasilitas Sekolah di Cilegon serta Batam
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved