Ayatollah Khamenei Jadi Imam Salat Jenazah Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

Kamis, 01 Agustus 2024 - 12:52 WIB
loading...
Ayatollah Khamenei Jadi...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akan memimpin salat jenazah untuk pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menjelang pemakamannya di Doha, Qatar. Foto/EPA-EFE/SOHAIL SHAHZAD
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan memimpin salat jenazah untuk pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menjelang pemakamannya di Doha, Qatar, pada Kamis (1/8/2024).

Haniyeh tewas dalam sebuah serangan di kediamannya di Teheran pada Rabu dini hari. Dia berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian.

Teheran dan Hamas menyalahkan Israel atas serangan tersebut—yang menurut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melibatkan serangan rudal dari udara.

Baca Juga: Khamenei Perintahkan Iran Serang Israel, Balas Dendam Pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

Rezim Zionis tidak mengakui maupun membantah sebagai pelaku serangan.

Sebelumnya, Khamenei mengancam akan memberikan "hukuman berat" atas pembunuhan Haniyeh.

Peristiwa pembunuhan Haniyeh terjadi beberapa jam setelah Israel menargetkan dan membunuh komandan tinggi Hizbullah Fuad Shukr dalam sebuah serangan balasan di Ibu Kota Lebanon, Beirut—yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang regional yang lebih luas.

Khamenei, yang memegang keputusan akhir dalam urusan politik Iran, mengatakan setelah kematian Haniyeh: "Adalah tugas kita untuk membalas dendam atas darahnya karena dia telah menjadi martir di wilayah Republik Islam Iran."

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan: "Zionis (Israel) akan segera melihat konsekuensi dari tindakan pengecut dan teroris mereka."

Anggota biro politik Hamas Musa Abu Marzuk juga bersumpah akan melakukan pembalasan.

"Pembunuhan pemimpin Ismail Haniyeh adalah tindakan pengecut dan tidak akan dibiarkan begitu saja," katanya, seperti dikutip AFP.

Namun, masyarakat internasional menyerukan de-eskalasi dan fokus pada pengamanan gencatan senjata di Gaza.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan serangan di Teheran dan Beirut merupakan "eskalasi yang berbahaya".

Semua upaya, katanya, harus mengarah pada gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera yang ditawan selama serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken juga mengatakan pada hari Rabu bahwa gencatan senjata di Gaza masih merupakan "keharusan".

Sejak Rabu dini hari, massa turun ke jalan di kota-kota di seluruh Iran untuk mengutuk pembunuhan Haniyeh, di mana ratusan orang berkumpul di Lapangan Palestina Teheran untuk meneriakkan "Matilah Israel, Matilah Amerika".

Republik Islam Iran belum menerbitkan informasi apa pun tentang lokasi pasti serangan tersebut.

Berbeda dengan pembunuhan Haniyeh, Israel mengeklaim bertanggung jawab atas pembunuhan Shukr di Beirut, yang disalahkannya atas serangan roket mematikan pada akhir pekan di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved