Siapakah Druze? Suku Minoritas di Israel yang Menghuni Dataran Tinggi Golan

Senin, 29 Juli 2024 - 12:30 WIB
loading...
A A A
Para penolak biasanya tidak memiliki dukungan yang cukup dalam komunitas tersebut. Urfod mengumpulkan uang beasiswa dan jenis dukungan lainnya untuk membantu mereka.

4. Kerap Jadi Korban Diskriminasi di Israel

Siapakah Druze? Suku Minoritas di Israel yang Menghuni Dataran Tinggi Golan

Foto/EPA

Undang-Undang Negara Bangsa Israel menurunkan bahasa Arab - yang dituturkan oleh 20% penduduk - menjadi bahasa kedua dan membatasi hak untuk menentukan nasib sendiri hanya untuk orang Yahudi. Undang-undang tersebut tidak merujuk pada kesetaraan semua warga negara Israel sebagaimana yang pernah dibuat dalam Deklarasi Kemerdekaan 1948.

Dampak dari undang-undang diskriminatif terlihat dalam dua pemilihan umum Israel terakhir, dengan lebih banyak orang Druze yang memilih Daftar Gabungan Arab, dan, menurut Saluran 12 Israel, lebih banyak terlibat dalam perdebatan tentang nilai pendaftaran di tentara Israel.

Di permukaan, isu Druze tampak seperti perdebatan hak-hak sipil internal. Namun, di negara Yahudi yang dideklarasikan sendiri, hak-hak non-Yahudi bergantung pada pembuktian 'kesetiaan' kepada negara, bahkan jika hukum tertentu ditujukan terhadap mereka.

'Kesetiaan' Druze dan, oleh karena itu, akses ke hak-hak sipil, terkait erat dengan pengabdian mereka di militer Israel. Beberapa Druze, pada kenyataannya, menduduki posisi tinggi di militer dan banyak dari mereka bertugas di wilayah yang diduduki tahun 1967. Hal itu membuat komunitas tersebut mendapat reputasi negatif di antara sebagian besar warga Palestina.

Namun, yang lain melihat situasi Druze secara lebih kritis sebagai produk dari krisis identitas tragis yang disebabkan oleh konteks kolonial-pemukim yang kompleks.

Sejak awal tahun 1930-an, gerakan Zionis menyadari bahwa mengingat perlawanan sengit kaum Druze terhadap Prancis di Suriah (1925), maka perlu untuk menetralkan ancaman mereka atau menyelaraskan mereka dengan tujuan Zionis. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengeksploitasi kelemahan mereka sebagai kaum minoritas dan faksionalisme di antara tiga keluarga Druze - Tarif, Yarka, dan Abu Snaan.

Setelah berdirinya Israel pada tahun 1948, negara Israel berusaha untuk memecah belah sisa-sisa warga Palestina dengan meminggirkan kelompok-kelompok - seperti Badui - dan membina hubungan dengan pihak lain, terutama kaum Druze yang rentan.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Israel Serang Markas...
Israel Serang Markas Komando Hizbullah, Targetkan Lokasi Penyimpanan Senjata
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Program Rudal Iran Tak...
Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Berita Terkini
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved