Menanti Respons Kongres AS soal Kasus Novel Baswedan

Jum'at, 26 Juli 2019 - 22:32 WIB
Menanti Respons Kongres...
Menanti Respons Kongres AS soal Kasus Novel Baswedan
A A A
JAKARTA - Amnesty International akan memaparkan kasus penyiraman air keras yang merusak mata penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia, Novel Baswedan, ke Kongres Amerika Serikat (AS). Paparan dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli waktu Washington atau Jumat (26/7/2019) malam WIB.

Publik Indonesia ikut menanti respons Kongres atau Parlemen Amerika Serikat. Paparan di hadapan Subkomite untuk Asia Pasifik dan Nonproliferasi Komite Luar Negeri Parlemen AS akan disampaikan oleh Manajer Advokasi Amnesty International AS, Francisco Bencosme.

Materi paparan berjudul "Human Rights in Southeast Asia: A Regional Outlook” telah dipublikasikan di situs Amnesty International AS. Selain kasus Novel, sejumlah masalah hak asasi manusia di wilayah Asia Tenggara lainnya juga akan dipaparkan, termasuk perang anti-narkoba oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan pembantaian minoritas Rohingya oleh militer Myanmar.

"Di Indonesia, kami telah mengampanyekan pertanggungjawaban atas serangan tahun 2017 terhadap pembela HAM Novel Baswedan, seorang investigator yang bekerja untuk KPK," kata Bencosme. "Asam klorida dilemparkan ke wajahnya."

"Pada saat serangan, dia memimpin penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap penyalahgunaan dana untuk proyek kartu tanda penduduk elektronik, ia adalah ketua serikat buruh KPK, dan telah sangat vokal terhadap upaya yang berulang-ulang untuk melemahkan komisi tersebut," lanjut Bencosme.

Amnesty menyoroti investigasi kasus serangan terhadap Novel Baswedan yang belum membuahkan hasil, yang membuat penyidik KPK tersebut mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Tahun lalu, Komnas HAM menyimpulkan bahwa ada beberapa bukti awal yang menunjukkan serangan itu adalah bagian dari upaya pihak-pihak yang tidak disebutkan namanya yang berada di bawah investigasi KPK untuk menghambat penuntutan," imbuh Bencosme.

Bencsome juga menyoroti penderitaan para penyidik KPK dan aktivis HAM di Indonesia yang telah menjadi sasaran ancaman dan kekerasan karena aktivitas mereka.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Amerika Serikat Dukung...
Amerika Serikat Dukung Indonesia Jadi Anggota FATF
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Amerika Serikat Vs Indonesia
BRICS Menambah Indonesia,...
BRICS Menambah Indonesia, Waspadai Ancaman Amerika Serikat
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
1 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
2 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
2 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
3 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
11 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved