Ukraina Klaim Rusia Tarik Seluruh Kapal Perangnya dari Laut Azov

Jum'at, 26 Juli 2024 - 09:50 WIB
loading...
Ukraina Klaim Rusia...
Ukraina klaim Rusia telah menarik seluruh kapal perangnya dari Laut Azov di tengah gencarnya serangan pasukan Kyiv. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
KYIV - Angkatan Laut Ukraina mengeklaim Rusia telah menarik seluruh kapal perangnya dari Laut Azov di tengah meningkatnya serangan dari pasukan Kyiv.

"Tidak ada lagi satu pun kapal perang Rusia di Laut Azov," kata Dmytro Pletenchuk, juru bicara Angkatan Laut Ukraina, dalam sebuah pernyataan di Facebook.

"Sepertinya mereka [Rusia] mulai mencurigai sesuatu," lanjut dia, seperti dikutip Newsweek, Jumat (26/7/2024).

Ukraina telah meningkatkan serangannya terhadap Crimea sebagai bagian dari upaya untuk merebut kembali semenanjung Laut Hitam tersebut, yang dikuasai Moskow sejak 2014.

Baca Juga: Dahsyatnya Rudal Rusia Ledakkan Markas Besar Militer Ukraina di Donbas

Pletenchuk mengatakan pada bulan Maret bahwa tujuan akhir Ukraina adalah tidak adanya kapal militer dari Rusia di wilayah Azov dan Laut Hitam.

Selama siaran televisi nasional pada hari Kamis, Pletenchuk mengatakan bahwa Moskow telah menarik seluruh kapal perangnya dari Laut Azov setelah pasukan Kyiv menyerang dan merusak feri Slavyanin milik Moskow di pelabuhan Kavkaz, wilayah Krasnodar, Rusia, pada hari Selasa.

Kapal itu dilaporkan digunakan oleh Rusia untuk mengangkut gerbong kereta api, truk, dan kontainer untuk keperluan militer.

"Hasil hebat lainnya dari upaya terpadu pasukan pertahanan: feri penjajah rusak parah di pelabuhan Kavkaz," kata Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina.

Pelabuhan Kavkaz terletak sekitar 7 mil dari Jembatan Kerch, yang menghubungkan Crimea dengan daratan Rusia.

Ukraina telah berjanji untuk menghancurkan struktur tersebut, dan telah berhasil menyerang jembatan tersebut dua kali sejak invasi besar-besaran Rusia dimulai pada Februari 2022.

"Mereka memutuskan untuk meninggalkan perairan Laut Azov, hal ini terutama disebabkan oleh kerusakan pada feri kereta api," kata Pletenchuk, menurut laporan RBC.

"Mereka mengambil peta dan kompas dan memutuskan bahwa mungkin tidak aman untuk tinggal di sana. Ini adalah satu-satunya bahasa yang dipahami musuh kami—bahasa kekerasan."

Rusia dilaporkan telah merelokasi banyak kapal perangnya dari Crimea ke Novorossiysk karena serangan Ukraina yang tiada henti.

Citra satelit dari Oktober lalu menunjukkan armada Rusia melarikan diri dari Sevastopol di Crimea ke Novorossiysk di Wilayah Krasnodar, Rusia. Kapal-kapal juga menuju ke pelabuhan Angkatan Laut Rusia di Feodosia lebih jauh ke timur di Semenanjung Crimea.

Citra satelit terbaru dari bulan April, yang dibagikan oleh peneliti intelijen OSINT sumber terbuka, MT Anderson, tampaknya menunjukkan bahwa Armada Laut Hitam Rusia sebagian besar telah meninggalkan pangkalan Angkatan Laut utamanya di Crimea.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa Crimea diserang oleh drone udara dan laut semalam. Pasukan Rusia mencegat dan menghancurkan empat drone udara dan dua drone laut yang menuju semenanjung Laut Hitam.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Berita Terkini
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved