Jenderal Tertinggi AS: Israel Enggan Berbagi Rencana Pasca-Perang dengan Hamas

Jum'at, 26 Juli 2024 - 08:50 WIB
loading...
Jenderal Tertinggi AS:...
Jenderal tertinggi AS, CQ Brown, sebut Israel enggan berbagi rencana untuk Gaza setelah perang dengan Hamas berakhir nanti. Foto/EPA-EFE/Yuri Gripas/POOL
A A A
WASHINGTON - Jenderal tertinggi Amerika Serikat (AS), CQ Brown, mengatakan Israel masih enggan berbagi tentang perencanaan untuk Gaza setelah perang dengan Hamas berakhir nanti.

Jenderal Brown, Ketua Kepala Staf Gabungan atau Panglima Militer Amerika, menyampaikan hal itu menyusul pidato Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Kongres pada hari Rabu.

Dalam pidatonya, Netanyahu hanya menggambarkan garis besar yang samar-samar untuk Gaza pascaperang yang "dideradikalisasi".

"Tidak banyak detail yang dapat saya lihat dari rencana mereka," kata Brown dalam konferensi pers Pentagon pada Kamis, yang dilansir Reuters, Jumat (26/7/2024).

Baca Juga: Parlemen Israel Voting Menentang Pendirian Negara Palestina

"Ini adalah sesuatu yang akan terus kami kerjakan bersama mereka," lanjut sang jenderal.

Selama berbulan-bulan, Washington telah berulang kali mendesak Israel untuk menyusun rencana pascaperang yang realistis untuk Gaza dan memperingatkan bahwa ketiadaan rencana tersebut dapat memicu pelanggaran hukum dan kekacauan serta kembalinya Hamas ke wilayah Palestina tersebut.

"Sejauh hari setelahnya, kami telah berbicara dengan Israel tentang hal ini, bagaimana melakukan transisi. Kami telah berbicara dengan mereka beberapa kali," kata Brown.

Palestina sebelumnya mengatakan hanya berakhirnya pendudukan Israel dan pembentukan Negara Palestina yang akan membawa perdamaian.

Namun dalam pidatonya di Kongres, Netanyahu tidak menyebutkan tentang penciptaan jalur menuju Negara Palestina setelah perang di Gaza berakhir nanti.

Itu adalah sesuatu yang dia dan mitra koalisi sayap kanannya telah dengan tegas menentangnya bahkan ketika pemerintahan Biden telah mendorong Israel untuk mengalah dalam masalah tersebut.

Netanyahu tidak mengesampingkan peran Otoritas Palestina yang memimpin Tepi Barat, yang posisinya dalam solusi dua negara di masa depan didukung oleh pemerintahan Biden tetapi ditentang oleh mitra koalisi Netanyahu.

Hamas berkuasa di Gaza pada tahun 2006 setelah tentara dan pemukim Israel mundur pada tahun 2005. Namun Israel mengendalikan akses ke Gaza.

Perang Israel telah menghancurkan daerah kantong Palestina tersebut dan menewaskan lebih dari 39.000 penduduknya, menurut pejabat kesehatan Gaza.

Hamas memicu perang pada 7 Oktober dengan menyerbu Israel selatan, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 250 orang, menurut penghitungan Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved