Horor, Militer Israel Bantai 70 Warga Palestina di Khan Younis Gaza
Selasa, 23 Juli 2024 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Namun dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan jet tempur dan tanknya menyerang dan melenyapkan apa yang mereka sebut "teroris" di daerah tersebut.
Disebutkan bahwa pasukan Israel menargetkan lebih dari 30 lokasi infrastruktur di Khan Younis yang mereka klaim sebagai "infrastruktur teror".
Menurut pernyataan tersebut, pesawat-pesawat tempur Israel juga menyerang fasilitas penyimpanan senjata, pos pengamatan, terowongan dan bangunan yang digunakan oleh militan Hamas.
Menghadapi pengungsian lainnya, warga Palestina memenuhi jalan-jalan berdebu di Khan Younis dengan mobil, sepeda motor, kereta yang ditarik keledai, dan berjalan kaki, membawa barang-barang semampu mereka.
Hassan Qudayh mengatakan keluarganya melarikan diri karena panik.
“Kami dengan senang hati membuatkan sarapan untuk anak-anak kami, karena kami telah aman selama sebulan, namun dikejutkan oleh peluru, selebaran peringatan, dan para martir di jalanan,” katanya kepada AFPTV.
"Ini ke-14 atau ke-15 kalinya kami mengungsi. Cukup. Kami sudah menderita selama 10 bulan."
Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan mengakibatkan kematian 1.197 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka Israel.
Para militan juga menyandera 251 sandera, 116 di antaranya masih berada di Gaza, menurut militer Israel tewas.
Operasi militer balasan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 39.000 orang, sebagian besar adalah warga sipil, menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas.
Pertempuran yang tiada henti telah menjerumuskan Gaza ke dalam krisis kemanusiaan yang parah.
Yussef Abu Taimah asal Al-Qarara di Khan Younis mengatakan keluarganya pergi ke zona kemanusiaan tetapi tidak menemukan tempat.
“Bahkan trotoar penuh dengan orang dan tenda. Kami lelah dan muak. Cukup dengan pengungsian dan migrasi ini.”
Pembicaraan yang terputus-putus selama berbulan-bulan mengenai gencatan senjata pertama dan pertukaran sandera-tahanan sejak November 2023 hanya menghasilkan sedikit kemajuan.
Disebutkan bahwa pasukan Israel menargetkan lebih dari 30 lokasi infrastruktur di Khan Younis yang mereka klaim sebagai "infrastruktur teror".
Menurut pernyataan tersebut, pesawat-pesawat tempur Israel juga menyerang fasilitas penyimpanan senjata, pos pengamatan, terowongan dan bangunan yang digunakan oleh militan Hamas.
Menghadapi pengungsian lainnya, warga Palestina memenuhi jalan-jalan berdebu di Khan Younis dengan mobil, sepeda motor, kereta yang ditarik keledai, dan berjalan kaki, membawa barang-barang semampu mereka.
Hassan Qudayh mengatakan keluarganya melarikan diri karena panik.
“Kami dengan senang hati membuatkan sarapan untuk anak-anak kami, karena kami telah aman selama sebulan, namun dikejutkan oleh peluru, selebaran peringatan, dan para martir di jalanan,” katanya kepada AFPTV.
"Ini ke-14 atau ke-15 kalinya kami mengungsi. Cukup. Kami sudah menderita selama 10 bulan."
Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan mengakibatkan kematian 1.197 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka Israel.
Para militan juga menyandera 251 sandera, 116 di antaranya masih berada di Gaza, menurut militer Israel tewas.
Operasi militer balasan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 39.000 orang, sebagian besar adalah warga sipil, menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas.
Pertempuran yang tiada henti telah menjerumuskan Gaza ke dalam krisis kemanusiaan yang parah.
Yussef Abu Taimah asal Al-Qarara di Khan Younis mengatakan keluarganya pergi ke zona kemanusiaan tetapi tidak menemukan tempat.
“Bahkan trotoar penuh dengan orang dan tenda. Kami lelah dan muak. Cukup dengan pengungsian dan migrasi ini.”
Pembicaraan yang terputus-putus selama berbulan-bulan mengenai gencatan senjata pertama dan pertukaran sandera-tahanan sejak November 2023 hanya menghasilkan sedikit kemajuan.
Lihat Juga :