Pakar Sebut Serangan Siber Disponsori Negara Terus Alami Peningkatan

Senin, 24 Agustus 2020 - 04:05 WIB
loading...
A A A
“Kecanggihan serangan dunia maya terus berkembang sepanjang waktu. Setiap hari, kami mengumpulkan lebih dari 300 ribu aplikasi berbahaya baru, 300 ribu aplikasi baru yang tidak pernah kami lihat sebelumnya, setiap hari,” jelasnya.

"Sementara itu, pemerintah telah turun ke dunia maya untuk melakukan operasi klandestin - seringkali lebih lama dari yang disadari komentator sebelumnya. Serangan yang disponsori negara bukanlah hal baru, karena itu telah terjadi sejak awal 2000-an dan kami tidak menyadarinya. Kami mengira itu hanya malware dan kemudian kampanye spionase ini menjadi semakin rumit," sambungnya.

Dia menuturkan, melacak kampanye ini merupakan sebuah tantangan dan seringkali sulit bagi pakar keamanan untuk menemukan sumber serangan. Para ahli sering dibiarkan mencari "sidik jari" dunia maya yang dapat membantu mengidentifikasi penyerang, contohnya mungkin waktu serangan, yang dapat membantu menunjukkan di zona waktu mana penyerang beroperasi atau bahasa yang digunakan dalam pengkodean serangan.

“Spionase siber kebanyakan berbicara tiga bahasa. Bahasa Inggris asli, beberapa dari zona Atlantik, bahasa Rusia asli, yang tidak terlalu aktif selama musim liburan di Rusia dan bahasa China yang disederhanakan, yang biasanya tidak aktif selama minggu-minggu liburan di China," jelas Kaspersky.

Pemerintah, jelasnya, cenderung merahasiakan kemampuan perang siber mereka, jika mereka perlu mengungkapkannya dalam perang siber di masa depan, yang sebagian merupakan alasan mengapa serangan siber biasanya tetap diam-diam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved