Pakar Sebut Serangan Siber Disponsori Negara Terus Alami Peningkatan

Senin, 24 Agustus 2020 - 04:05 WIB
loading...
A A A
(Baca: Musim Akun Sosmed Dibajak, Waspada Jika Email Tak Dikenal Masuk )

"Itu sangat rahasia. Kami tidak memiliki akses apa pun ke data ini hanya karena ada perbedaan antara senjata kinetik tradisional dan senjata dunia maya bahwa senjata dunia maya hanya senjata sekali pakai karena jika Anda mendemonstrasikannya, semua orang akan menambal sistem mereka. Ini tidak seperti jenis senapan mesin yang bisa digunakan selama beberapa dekade," ungkapnya.

Semakin banyak bagian dunia yang bergantung pada teknologi, termasuk infrastruktur publik yang penting seperti jaringan listrik atau transportasi. Ancaman serangan siber berpotensi melanda hampir setiap aspek kehidupan modern, dan dengan negara-negara yang terlibat dalam peperangan yang sedang berlangsung, ancamannya semakin dekat daripada sebelumnya.

Tahun lalu, Venezuela mengalami pemadaman berulang-ulang dan belum dapat dijelaskan, dengan jaringan listrik mati selama berhari-hari. Kaspersky memiliki jawaban sederhana untuk menjelaskan cara memeriksa serangan seperti ini.

"Pertanyaan pertama saya ketika hal seperti ini terjadi adalah apakah ada laporan tentang asap dan api?' Jika tidak, maka itu adalah serangan siber," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved