Aksi Sniper Tembak Donald Trump Diselidiki sebagai Tindakan Terorisme Domestik

Senin, 15 Juli 2024 - 07:23 WIB
loading...
A A A
Menurutnya, divisi kontraterorisme dan divisi kriminal bekerja sama untuk menentukan motifnya.

FBI memimpin penyelidikan atas upaya pembunuhan Trump pada pertemuan massa kampanye di Pennsylvania.

Trump, yang tertembus peluru di bagian atas telinga kanannya, sekarang melanjutkan jadwalnya yang mencakup perjalanan ke Milwaukee untuk menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik, yang secara resmi akan mencalonkan dia sebagai calon presiden dari partai tersebut melawan petahana Joe Biden dari Partai Demokrat.

"Penembaknya mungkin sudah tewas, namun penyelidikan masih terus dilakukan. Oleh karena itu, kami membatasi apa yang kami sampaikan saat ini," kata Direktur FBI Christopher Wray.

“Apa yang kita saksikan kemarin adalah sebuah serangan terhadap demokrasi dan proses demokrasi kita,” katanya kepada wartawan pada konferensi pers di Washington DC.

Menurut seorang pejabat FBI, penyelidikan terhadap pria bersenjata di rapat umum Donald Trump pada hari Sabtu belum menemukan adanya masalah kesehatan mental, postingan yang mengancam atau motif lainnya, namun memperingatkan bahwa hal tersebut masih terlalu dini.

Penembaknya, menurut FBI, menggunakan senapan bergaya AR dengan kaliber 5,56 mm, kaliber umum untuk senjata semacam itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved