Jihad Islam Murka Israel Ingin Yahudikan Masjid Ibrahimi di Hebron
Sabtu, 13 Juli 2024 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
"Otoritas Israel terus berupaya mengubah fitur-fitur masjid dan menjadikannya Yahudi," tegas Ghassan Al-Rajabi, pejabat Otoritas Wakaf Hebron, kepada Anadolu.
Dia menyebut tindakan Israel tersebut sebagai "serangan serius" terhadap tempat ibadah Muslim tersebut.
"Masjid tersebut adalah wakaf murni Islam dan otoritas Israel tidak memiliki hak atasnya," papar dia.
“Israel memanfaatkan keadaan perang (di Gaza) untuk melaksanakan agenda mereka dengan merebut tempat-tempat suci,” ujar Al-Rajabi.
Sementara itu, gerakan Jihad Islam mengatakan, “Kejahatan Israel terhadap masjid tersebut terjadi dalam konteks rencananya untuk menjadikan tempat tersebut sebagai tempat Yahudi bersama dengan tempat-tempat suci lainnya, memaksakan pemisahan spasial dan temporal pada tempat-tempat tersebut, dan mengacaukan situasi historis, hukum, dan keagamaan yang ada di Masjid Ibrahimi serta mengubah identitas Islamnya.”
Gerakan tersebut menekankan, “Rakyat Palestina tidak akan tinggal diam dalam menghadapi serangan-serangan ini dan akan menghadapinya dengan sekuat tenaga untuk membela tanah mereka, kesucian mereka, dan martabat umat Islam.”
Sebaliknya, Mufti Besar Yerusalem dan wilayah Palestina, Muhammad Hussein, mengatakan, “Upaya pasukan penjajah Israel untuk menghancurkan atap halaman masjid adalah upaya untuk menjadikan tempat tersebut sebagai tempat Yahudi, mengubah fitur, struktur, dan tampilan luarnya, serta melanggar kesuciannya.”
Dia menyebut tindakan Israel tersebut sebagai "serangan serius" terhadap tempat ibadah Muslim tersebut.
"Masjid tersebut adalah wakaf murni Islam dan otoritas Israel tidak memiliki hak atasnya," papar dia.
“Israel memanfaatkan keadaan perang (di Gaza) untuk melaksanakan agenda mereka dengan merebut tempat-tempat suci,” ujar Al-Rajabi.
Sementara itu, gerakan Jihad Islam mengatakan, “Kejahatan Israel terhadap masjid tersebut terjadi dalam konteks rencananya untuk menjadikan tempat tersebut sebagai tempat Yahudi bersama dengan tempat-tempat suci lainnya, memaksakan pemisahan spasial dan temporal pada tempat-tempat tersebut, dan mengacaukan situasi historis, hukum, dan keagamaan yang ada di Masjid Ibrahimi serta mengubah identitas Islamnya.”
Gerakan tersebut menekankan, “Rakyat Palestina tidak akan tinggal diam dalam menghadapi serangan-serangan ini dan akan menghadapinya dengan sekuat tenaga untuk membela tanah mereka, kesucian mereka, dan martabat umat Islam.”
Sebaliknya, Mufti Besar Yerusalem dan wilayah Palestina, Muhammad Hussein, mengatakan, “Upaya pasukan penjajah Israel untuk menghancurkan atap halaman masjid adalah upaya untuk menjadikan tempat tersebut sebagai tempat Yahudi, mengubah fitur, struktur, dan tampilan luarnya, serta melanggar kesuciannya.”
Lihat Juga :