Joe Biden: Ukraina Akan Hentikan Langkah Putin

Rabu, 10 Juli 2024 - 14:50 WIB
loading...
Joe Biden: Ukraina Akan...
Joe Biden yakin Ukraina akan menghentikan langkah Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/AP
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden berjanji akan membela Ukraina dengan tegas dari invasi Rusia pada KTT NATO di Washington. Dia akan menggunakan panggung global untuk mencoba menunjukkan kepada sekutunya di dalam dan luar negeri bahwa ia masih bisa memimpin.

Biden (81), telah menjalani 12 hari dengan pertanyaan-pertanyaan yang melemahkan mengenai kelayakannya untuk menjabat karena beberapa rekannya dari Partai Demokrat di Capitol Hill dan para donor kampanye khawatir bahwa ia akan kalah dalam pemilu 5 November setelah penampilan debatnya terhenti pada 27 Juni.

"(Vladimir) Putin menginginkan tidak kurang dari penaklukan total Ukraina... dan menghapus Ukraina dari peta," kata Biden saat menyambut negara-negara anggota NATO di KTT tersebut, mengacu pada presiden Rusia, dilansir Reuters. “Ukraina bisa dan akan menghentikan Putin.”

Gedung Putih berharap Trump dapat membuka lembaran baru dari masa sulit dalam masa kepresidenannya dengan pidato kebijakannya yang paling menonjol sejak debat tersebut, meskipun beberapa diplomat di KTT tersebut mengatakan bahwa dampak buruknya sulit untuk dihapuskan.

Biden berbicara melalui teleprompter dengan suara yang kuat dan percaya diri dan menghindari kesalahan verbal dan tanda-tanda kebingungan yang menandai penampilan debatnya.

Biden dibingkai oleh dinding berlapis emas di aula federal tempat perjanjian pembentukan NATO ditandatangani, pidatonya diawali dengan pertunjukan musik yang menggemparkan dari band Korps Marinir AS. “Saat ini NATO lebih kuat dibandingkan yang pernah terjadi dalam sejarahnya,” katanya.

Biden telah menolak seruan untuk mundur dalam persaingannya melawan Donald Trump (78), dari Partai Republik, dan berjanji untuk mengalahkannya pada bulan November. Sejauh ini, ia masih mendapat dukungan publik dari sebagian besar elite partainya.

Presiden AS telah menjadikan pemulihan aliansi tradisional di luar negeri sebagai inti kebijakan luar negerinya setelah Trump menantang sekutunya sebagai bagian dari pendekatan "America First". Pemenang pemilu pada bulan November dapat mempunyai dampak besar terhadap masa depan NATO, Eropa dan seluruh dunia.

“Kami tidak melihat bagaimana dia bisa kembali lagi setelah debat tersebut,” kata seorang diplomat Eropa, yang menolak pidato hari Selasa itu sebagai bukti ketahanan Biden karena sudah direncanakan. “Saya tidak bisa membayangkan dia memimpin AS dan NATO selama empat tahun lagi.”

Trump telah menyatakan bahwa, dengan masa jabatannya yang kedua, dia tidak akan membela anggota NATO jika mereka diserang militer dan tidak memenuhi target belanja pertahanan aliansi sebesar 2% dari PDB tahunan mereka. Ia juga mempertanyakan jumlah bantuan yang diberikan kepada Ukraina dalam perjuangannya melawan invasi Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved