Zelensky: Negara NATO Polandia Bisa Tembak Jatuh Rudal Rusia
Selasa, 09 Juli 2024 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
PM Tusk membenarkan adanya ketentuan tersebut namun mengatakan bahwa ketentuan itu hanya menunjukkan perlunya pembicaraan mengenai masalah ini.
“Kita memerlukan kerja sama yang jelas dalam NATO di sini, karena tindakan seperti itu memerlukan tanggung jawab bersama NATO,” ujar PM negara NATO tersebut, menjelaskan bahwa Polandia dan Ukraina berkepentingan untuk mendapatkan “cap” solidaritas internasional terlebih dahulu.
“Kami akan melibatkan sekutu NATO lainnya dalam pembicaraan ini. Jadi kami menganggap masalah ini serius dan terbuka, namun belum selesai,” kata Tusk, menurut Radio RMF24 Polandia.
Zelensky telah meminta NATO untuk menembak jatuh rudal Rusia yang masuk selama beberapa bulan terakhir.
Dia membandingkan hal ini dengan apa yang dilakukan AS dan Inggris terhadap Israel pada pertengahan April, saat terjadi serangan balasan oleh Iran, dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak akan melibatkan blok tersebut secara langsung dalam konflik Rusia-Ukraina.
“NATO tidak akan menjadi bagian dari konflik,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg saat itu.
“Kita memerlukan kerja sama yang jelas dalam NATO di sini, karena tindakan seperti itu memerlukan tanggung jawab bersama NATO,” ujar PM negara NATO tersebut, menjelaskan bahwa Polandia dan Ukraina berkepentingan untuk mendapatkan “cap” solidaritas internasional terlebih dahulu.
“Kami akan melibatkan sekutu NATO lainnya dalam pembicaraan ini. Jadi kami menganggap masalah ini serius dan terbuka, namun belum selesai,” kata Tusk, menurut Radio RMF24 Polandia.
Zelensky telah meminta NATO untuk menembak jatuh rudal Rusia yang masuk selama beberapa bulan terakhir.
Dia membandingkan hal ini dengan apa yang dilakukan AS dan Inggris terhadap Israel pada pertengahan April, saat terjadi serangan balasan oleh Iran, dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak akan melibatkan blok tersebut secara langsung dalam konflik Rusia-Ukraina.
“NATO tidak akan menjadi bagian dari konflik,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg saat itu.
Lihat Juga :