Jika Ingin Menang Melawan Rusia, NATO Butuh 35-50 Brigade Baru

Senin, 08 Juli 2024 - 14:40 WIB
loading...
A A A
“NATO kemungkinan akan menetapkan target kemampuan yang lebih tinggi bagi sekutu, seiring kami mengembangkan kekuatan yang dapat melaksanakan rencana kami dan menghadapi ancaman yang kami hadapi. Kami yakin bahwa pencegahan kami masih kuat dan akan tetap kuat.”

Kementerian Pertahanan di Berlin menolak mengomentari rencana masa depan NATO karena rencana tersebut bersifat rahasia. Dikatakan bahwa semua sekutu diminta untuk berkoordinasi dengan NATO mengenai persyaratan kemampuan, dan upaya ini akan berlanjut hingga tahun depan.

Tidak jelas dari mana sekutu NATO akan menarik personel tambahan untuk 35 hingga 50 brigade. Pasukan dapat dipindahkan dari bagian lain angkatan bersenjata, tentara tambahan dapat direkrut, atau anggota NATO dapat memilih kombinasi kedua pendekatan tersebut.

Pertahanan udara merupakan kelemahan besar lainnya yang telah diidentifikasi oleh para perencana militer NATO, karena perang di Ukraina telah menunjukkan pentingnya sistem ini untuk melindungi infrastruktur militer dan sipil yang penting.

Sistem seperti ini akan sangat penting bagi Jerman sebagai pusat logistik utama dan tempat terjadinya potensi konflik dengan Rusia.

Baca Juga: Alami Kekalahan Paling Memalukan Sepanjang Sejarah Inggris, Apa yang Salah dengan Partai Konservatif?

Jerman memiliki 36 unit pertahanan udara Patriot ketika menjadi negara garis depan NATO selama Perang Dingin dan itupun bergantung pada dukungan tambahan dari sekutu NATO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Lebanon Rugi Rp72 Triliun...
Lebanon Rugi Rp72 Triliun akibat Serangan Israel sejak 2 Maret, Belum Termasuk Kerusakan Ekonomi
Rekomendasi
Generasi Muda Diingatkan...
Generasi Muda Diingatkan Bijak Gunakan Gadget dan Media Sosial, Jangan Abaikan Kewajiban
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Berita Terkini
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
Infografis
Jika Rusia Tanpa Nuklir,...
Jika Rusia Tanpa Nuklir, NATO Kerahkan Tentara Bantu Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved