Rafah Jadi Kota Tanpa Penghuni setelah 2 Bulan Invasi Darat Israel yang Gagal

Minggu, 07 Juli 2024 - 21:06 WIB
loading...
A A A
Diperkirakan 1,4 juta warga Palestina berdesakan di Rafah setelah melarikan diri dari pertempuran di tempat lain di Gaza. PBB memperkirakan sekitar 50.000 orang masih tinggal di Rafah, yang sebelumnya dihuni sekitar 275.000 orang.

Baca Juga: Presiden Baru Iran Diyakini Lebih Toleran kepada Barat, Akankan Perang Timur Tengah Mereda?

Sebagian besar dari mereka telah pindah ke wilayah terdekat yang dinyatakan Israel sebagai “wilayah kemanusiaan” yang kondisinya sangat buruk. Banyak dari mereka yang berkumpul di tenda-tenda kumuh di sepanjang pantai dengan sedikit akses terhadap air bersih, makanan, kamar mandi dan perawatan medis.

Upaya untuk membawa bantuan ke Gaza selatan terhenti. Serangan Israel ke Rafah menutup salah satu dari dua penyeberangan utama ke selatan Gaza. PBB mengatakan hanya sedikit bantuan yang bisa masuk dari jalur penyeberangan utama lainnya – Kerem Shalom – karena rute tersebut terlalu berbahaya dan konvoi rentan terhadap serangan kelompok bersenjata yang mencari rokok selundupan.

Pada hari Rabu, barisan truk di Kerem Shalom sisi Gaza terlihat, namun truk-truk tersebut hampir tidak bergerak – sebuah tanda betapa janji Israel untuk menjaga rute tersebut tetap aman untuk memfasilitasi pengiriman bantuan di dalam Gaza telah gagal.

Para pejabat PBB mengatakan beberapa truk komersial telah menerobos rute ke Rafah, namun tidak tanpa penjaga bersenjata yang menaiki konvoi mereka.

Israel mengatakan pihaknya hampir membubarkan kelompok tersebut sebagai kekuatan militer terorganisir di Rafah. Sebagai cerminan dari kepercayaan diri tersebut, tentara membawa jurnalis dengan kendaraan militer terbuka menyusuri jalan menuju jantung kota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Intelijen Israel Bisiki...
Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump
Rekomendasi
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Argentina vs Swiss:...
Argentina vs Swiss: La Albiceleste Dibayangi Tembok Kokoh La Nati
Momen Langka, Raja Charles...
Momen Langka, Raja Charles Reuni dengan Keluarga Pangeran Harry
Berita Terkini
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Infografis
Jadi Kawan Israel, Maroko...
Jadi Kawan Israel, Maroko Negara Arab Pertama yang Terima F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved