Trump Tolak Rencana Pengiriman Pasukan Tambahan ke Timteng
Jum'at, 24 Mei 2019 - 21:31 WIB
Trump Tolak Rencana Pengiriman Pasukan Tambahan ke Timteng
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah menolak "kebutuhan" untuk penempatan pasukan tambahan di Timur Tengah. Pernyataan ini datang di tengah laporan bahwa Washington berencana mengirim sebanyak 10 ribu tentara ke Timur Tengah.
"Saya tidak berpikir kita akan membutuhkannya. Benar-benar tidak. Saya pasti akan mengirim pasukan jika kita membutuhkannya," kata Trump dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Jumat (24/5).
Pernyataan Trump ini seperti menegaskan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Pertahanan sementara AS, Patrick Shanahan. Di mana, Shanahan menyatakan laporan yang beredar tentang pengiriman pasukan itu tidaklah benar.
"Tidak ada 10 ribu dan tidak ada 5.000. Itu tidak akurat. Apa yang kami fokuskan saat ini adalah apakah kami memiliki perlindungan pasukan yang tepat di Timur Tengah," ucap Shanahan.

"Angka-angka melayang di sana dan Anda punya banyak sumber informasi yang bagus. Dan, yang saya katakan adalah sumber-sumber itu sekarang tidak memberi Anda informasi yang benar," sambungnya.
Shanahan kemudian mengatakan, bahwa penempatan 5.000 tentara di Timur Tengah bukanlah sesuatu yang diusulkan di Pentagon. Namun, Shanahan mencatat bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan perlindungan pasukannya di Timur Tengah, suatu langkah yang katanya mungkin melibatkan pengiriman pasukan tambahan.
"Saya tidak berpikir kita akan membutuhkannya. Benar-benar tidak. Saya pasti akan mengirim pasukan jika kita membutuhkannya," kata Trump dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir PressTV pada Jumat (24/5).
Pernyataan Trump ini seperti menegaskan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Pertahanan sementara AS, Patrick Shanahan. Di mana, Shanahan menyatakan laporan yang beredar tentang pengiriman pasukan itu tidaklah benar.
"Tidak ada 10 ribu dan tidak ada 5.000. Itu tidak akurat. Apa yang kami fokuskan saat ini adalah apakah kami memiliki perlindungan pasukan yang tepat di Timur Tengah," ucap Shanahan.
"Angka-angka melayang di sana dan Anda punya banyak sumber informasi yang bagus. Dan, yang saya katakan adalah sumber-sumber itu sekarang tidak memberi Anda informasi yang benar," sambungnya.
Shanahan kemudian mengatakan, bahwa penempatan 5.000 tentara di Timur Tengah bukanlah sesuatu yang diusulkan di Pentagon. Namun, Shanahan mencatat bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan perlindungan pasukannya di Timur Tengah, suatu langkah yang katanya mungkin melibatkan pengiriman pasukan tambahan.
(esn)