Putin: Rusia Harus Respons Aksi AS, Perlu Produksi Sistem Serangan Nuklir Jarak Menengah

Sabtu, 29 Juni 2024 - 06:15 WIB
loading...
Putin: Rusia Harus Respons...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin menegaskan Rusia harus menanggapi tindakan Amerika Serikat (AS) dan tampaknya perlu bagi Moskow untuk memulai produksi sistem serangan nuklir jarak menengah (INF).

"Kita perlu menanggapi ini dan membuat keputusan tentang apa yang harus kita lakukan dalam arah ini selanjutnya. Tampaknya, kita perlu mulai memproduksi sistem ini dan kemudian, berdasarkan situasi aktual, membuat keputusan tentang di mana, jika perlu untuk memastikan keselamatan kita, untuk menyebarkannya," ungkap Putin pada pertemuan operasional dengan anggota tetap Dewan Keamanan Rusia pada Jumat (28/6/2024).

Amerika Serikat tidak hanya memproduksi INF, tetapi juga membawanya ke Eropa, menurut Putin.

"Pada tahun 2019, kami mengumumkan bahwa kami tidak akan memproduksi rudal-rudal ini, dan kami tidak akan mengerahkannya sampai Amerika Serikat mengerahkan sistem-sistem ini di beberapa wilayah di dunia. Hari ini diketahui bahwa Amerika Serikat tidak hanya memproduksi sistem-sistem rudal ini, tetapi telah membawanya ke Eropa untuk latihan, ke Denmark," ujar Putin pada pertemuan operasional dengan anggota tetap Dewan Keamanan Rusia.

Saat ini tidak diketahui apakah AS telah memindahkan rudal-rudal jarak menengah dan pendek dari Filipina, tempat rudal-rudal itu sebelumnya dikirimkan sebagai bagian dari latihan, menurut Putin.

Dalam wawancara sebelumnya dengan Sputnik, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov berbicara tentang perkembangan mengenai pengerahan rudal-rudal jarak menengah dan pendek berbasis darat AS di Eropa dan kawasan Asia-Pasifik.

"Pelaksanaan rencana-rencana AS untuk mengerahkan rudal-rudal INF berbasis darat tidak akan luput dari perhatian kami. Secara khusus, dalam skenario ini, pengabaian pembatasan-pembatasan yang diberlakukan sendiri secara sepihak yang diperkenalkan oleh Rusia setelah penarikan diri AS dari Perjanjian INF tidak dapat dihindari," papar menlu Rusia tersebut.

Perjanjian INF, yang ditandatangani antara Uni Soviet dan AS pada tahun 1987, melarang kedua negara mengembangkan dan memiliki rudal balistik dan rudal jelajah dengan jangkauan 500-5.500 kilometer.

Pada tahun 2019, mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari perjanjian tersebut.

Pada awal Juli 2019, Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang tentang penangguhan perjanjian tersebut. Bulan berikutnya, perjanjian tersebut tidak berlaku lagi.

Baca juga: Warga Palestina di Lebanon Siap Bertempur jika Israel Perangi Hizbullah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Putin Tantang AS Kerahkan...
Putin Tantang AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih THAAD ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved