alexametrics

Koran Kuwait: Jet Tempur Siluman F-35 Israel Terbang di Langit Iran

loading...
Koran Kuwait: Jet Tempur Siluman F-35 Israel Terbang di Langit Iran
Pesawat tempur F-35 Israel. Foto/REUTERS
A+ A-
TEHERAN - Koran Kuwait, Al-Jarida, membuat kehebohan dengan melaporkan bahwa pesawat jet tempur siluman F-35 Israel telah terbang di wilayah udara atau langit Iran. Laporan serupa pernah diterbitkan surat kabar tersebut pada Maret tahun lalu.

Menurut surat kabar tersebut, F-35 Israel menyusup ke wilayah udara Iran awal bulan ini untuk mengintai situs nuklir milik negara para Mullah tersebut.

"Jet-jet tempur melintasi wilayah udara Suriah ke wilayah udara Irak, termasuk ke Iran, di mana mereka melakukan misi pengintaian dan target di wilayah Bandar Abbas, Isfahan dan Shiraz, terbang dengan ketinggian tinggi di atas situs lain yang diduga memiliki hubungan dengan program nuklir Iran," tulis Al-Jarida, yang dilansir National Interest, Jumat (17/5/2019).



Laporan yang diklaim mengutip "sumber informasi" itu mengklaim bahwa F-35 Israel tidak terdeteksi oleh radar Iran atau radar Rusia yang berbasis di Suriah.

Jika insiden itu benar, itu berarti bahwa misi operasional sudah diterbangkan oleh F-35I Adir, nama pesawat tempur Lockheed Martin versi Israel. Israel saat ini hanya memiliki sembilan jet tempur yang terkenal sangat mahal tersebut dan dan skuadron pertama dinyatakan beroperasi hanya akhir tahun lalu.

Angkatan Udara Israel (IAF) memiliki reputasi yang baik untuk keberanian, tetapi ada perbedaan antara berani dan bodoh. Pilot dan perencana IAF nyaris tidak punya waktu untuk menyesuaikan diri dengan pesawat generasi kelima yang berbeda dari F-15 dan F-16—pesawat generasi keempat—yang saat ini mereka operasikan. Bahkan militer AS sedang berjuang untuk memperbaiki banyak bug di F-35.

F-35 memiliki radius tempur sekitar 600 mil. Jet tersebut memiliki tangki bahan bakar eksternal untuk menambah jangkauan, tetapi membahayakan teknologi silumannya.

Rute langsung dari Tel Aviv ke Teheran, yang akan melintasi Yordania dan Irak adalah sekitar 1.000 mil. F-35I mencakup beberapa modifikasi unik, termasuk tangki bahan bakar eksternal khusus yang dikembangkan oleh Israel. Namun, meskipun dengan pengisian bahan bakar di udara, untuk mencapai Iran masih akan menjadi pelarian yang setara dengan serangan 1981 terhadap reaktor Osirak Irak yang sangat berisiko.

Iran sendiri memiliki pertahanan udara sendiri, termasuk sistem rudal anti-pesawat jarak jauh S-300 buatan Rusia. Musuh Israel ini pernah bersukacita ketika IAF kehilangan jet tempur F-16 karena ditembak rudal anti-pesawat Suriah pada bulan Februari lalu.

Baik Iran maupun Israel tidak mengklaim penerbangan F-35 militer Zionis tersebut. "Sumber informasi" yang dikutip koran Kuwait pun memicu spekulasi, mulai dari Arab Saudi maupun negara Teluk lainnya hingga CIA.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak