10 Hacker Paling Terkenal Sepanjang Masa, Ada Juga yang Berusia Belasan Tahun
Kamis, 27 Juni 2024 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Poulsen tidak mengindahkan peringatan ini dan terus melakukan peretasan. Pada tahun 1988, Poulsen meretas komputer federal dan menggali file yang berkaitan dengan presiden terguling Filipina, Ferdinand Marcos. Ketika ditemukan oleh pihak berwenang, Poulsen bersembunyi. Saat dia dalam pelarian, Poulsen terus sibuk, meretas file pemerintah dan mengungkap rahasia. Menurut situs webnya sendiri, pada tahun 1990, dia meretas sebuah kontes stasiun radio dan memastikan bahwa dia adalah penelepon ke-102, memenangkan sebuah Porsche baru, liburan, dan USD20.000.
Poulsen segera ditangkap dan dilarang menggunakan komputer selama tiga tahun. Sejak saat itu, ia beralih ke peretasan topi putih dan jurnalisme, menulis tentang keamanan siber dan tujuan sosio-politik terkait web untuk Wired, The Daily Beast, dan blognya sendiri, Threat Level.
Paulson juga bekerja sama dengan peretas terkemuka lainnya untuk mengerjakan berbagai proyek yang didedikasikan untuk keadilan sosial dan kebebasan informasi. Mungkin yang paling menonjol adalah bekerja sama dengan Adam Swartz dan Jim Dolan untuk mengembangkan perangkat lunak sumber terbuka SecureDrop, yang awalnya dikenal sebagai DeadDrop. Akhirnya, Poulsen menyerahkan platform tersebut, yang memungkinkan komunikasi aman antara jurnalis dan narasumber, kepada Freedom of Press Foundation.
Dalam wawancara dengan PC Mag, James mengaku sebagian terinspirasi oleh buku The Cuckoo’s Egg yang merinci perburuan peretas komputer pada tahun 1980-an. Peretasan yang dilakukannya memungkinkan dia mengakses lebih dari 3.000 pesan dari pegawai pemerintah, nama pengguna, kata sandi, dan data sensitif lainnya.
James ditangkap pada tahun 2000 dan dijatuhi hukuman enam bulan tahanan rumah dan dilarang menggunakan komputer untuk rekreasi. Namun, pelanggaran masa percobaan menyebabkan dia menjalani hukuman enam bulan penjara. Jonathan James menjadi orang termuda yang dihukum karena melanggar undang-undang kejahatan dunia maya. Pada tahun 2007, TJX, sebuah department store, diretas dan banyak informasi pribadi pelanggan dibobol. Meskipun kurangnya bukti, pihak berwenang menduga James mungkin terlibat.
Pada tahun 2008, James bunuh diri dengan tembakan. Menurut Daily Mail, catatan bunuh dirinya menyatakan, “Saya tidak punya keyakinan dalam sistem 'keadilan'. Mungkin tindakan saya hari ini, dan surat ini, akan memberikan pesan yang lebih kuat kepada publik. Bagaimanapun, saya telah kehilangan kendali atas situasi ini, dan inilah satu-satunya cara saya untuk mendapatkan kembali kendali.”
Kabarnya, dia telah meretas Grup Dassault, selama hampir setengah dekade. Selama waktu itu, dia mencuri perangkat lunak dan data teknologi senjata mutakhir yang kemudian dia jual kepada 250 orang di seluruh dunia. Peretasan yang dilakukannya merugikan Dassault Group sebesar $360 juta. Tidak ada yang tahu kenapa identitas lengkapnya tidak pernah terungkap, namun kata 'ASTRA' berasal dari kata Sansekerta yang berarti 'senjata'.
Poulsen segera ditangkap dan dilarang menggunakan komputer selama tiga tahun. Sejak saat itu, ia beralih ke peretasan topi putih dan jurnalisme, menulis tentang keamanan siber dan tujuan sosio-politik terkait web untuk Wired, The Daily Beast, dan blognya sendiri, Threat Level.
Paulson juga bekerja sama dengan peretas terkemuka lainnya untuk mengerjakan berbagai proyek yang didedikasikan untuk keadilan sosial dan kebebasan informasi. Mungkin yang paling menonjol adalah bekerja sama dengan Adam Swartz dan Jim Dolan untuk mengembangkan perangkat lunak sumber terbuka SecureDrop, yang awalnya dikenal sebagai DeadDrop. Akhirnya, Poulsen menyerahkan platform tersebut, yang memungkinkan komunikasi aman antara jurnalis dan narasumber, kepada Freedom of Press Foundation.
9. Jonatan James
Menggunakan alias cOmrade, Jonathan James meretas beberapa perusahaan. Menurut New York Times, yang benar-benar menarik perhatian James adalah peretasannya terhadap komputer Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Yang lebih mengesankan adalah fakta bahwa James baru berusia 15 tahun saat itu.Dalam wawancara dengan PC Mag, James mengaku sebagian terinspirasi oleh buku The Cuckoo’s Egg yang merinci perburuan peretas komputer pada tahun 1980-an. Peretasan yang dilakukannya memungkinkan dia mengakses lebih dari 3.000 pesan dari pegawai pemerintah, nama pengguna, kata sandi, dan data sensitif lainnya.
James ditangkap pada tahun 2000 dan dijatuhi hukuman enam bulan tahanan rumah dan dilarang menggunakan komputer untuk rekreasi. Namun, pelanggaran masa percobaan menyebabkan dia menjalani hukuman enam bulan penjara. Jonathan James menjadi orang termuda yang dihukum karena melanggar undang-undang kejahatan dunia maya. Pada tahun 2007, TJX, sebuah department store, diretas dan banyak informasi pribadi pelanggan dibobol. Meskipun kurangnya bukti, pihak berwenang menduga James mungkin terlibat.
Pada tahun 2008, James bunuh diri dengan tembakan. Menurut Daily Mail, catatan bunuh dirinya menyatakan, “Saya tidak punya keyakinan dalam sistem 'keadilan'. Mungkin tindakan saya hari ini, dan surat ini, akan memberikan pesan yang lebih kuat kepada publik. Bagaimanapun, saya telah kehilangan kendali atas situasi ini, dan inilah satu-satunya cara saya untuk mendapatkan kembali kendali.”
10. ASTRA
Peretas ini berbeda dari peretas lain dalam daftar ini karena ia tidak pernah diidentifikasi secara publik. Namun menurut Daily Mail, ada beberapa informasi yang beredar mengenai ASTRA. Yakni dia ditangkap pihak berwenang pada tahun 2008, dan saat itu dia diidentifikasi sebagai ahli matematika Yunani berusia 58 tahun.Kabarnya, dia telah meretas Grup Dassault, selama hampir setengah dekade. Selama waktu itu, dia mencuri perangkat lunak dan data teknologi senjata mutakhir yang kemudian dia jual kepada 250 orang di seluruh dunia. Peretasan yang dilakukannya merugikan Dassault Group sebesar $360 juta. Tidak ada yang tahu kenapa identitas lengkapnya tidak pernah terungkap, namun kata 'ASTRA' berasal dari kata Sansekerta yang berarti 'senjata'.
(ahm)
Lihat Juga :