Hacker Iran Bobol Sistem Pembaca Tanki di SPBU AS

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:30 WIB
loading...
Hacker Iran Bobol Sistem...
Hacker iran bobol sistem pembaca tanki di SPBU AS. Foto/X/@ShaykhSulaiman
A A A
WASHINGTON - Pejabat AS menduga peretas Iran berada di balik serangkaian pelanggaran sistem yang memantau jumlah bahan bakar dalam tangki penyimpanan yang melayani SPBU di beberapa negara bagian. Itu diungkapkan beberapa sumber yang diberi informasi tentang aktivitas tersebut.

Para peretas yang bertanggung jawab telah mengeksploitasi sistem pengukur tangki otomatis (ATG) yang sedang online dan tidak dilindungi oleh kata sandi, memungkinkan mereka dalam beberapa kasus untuk mengubah pembacaan tampilan pada tangki tetapi bukan tingkat bahan bakar sebenarnya di dalamnya, kata sumber tersebut.

Serangan siber tersebut diketahui tidak menyebabkan kerusakan fisik atau kerugian, tetapi pelanggaran tersebut telah menimbulkan kekhawatiran keamanan karena akses ke ATG (Automatic Tank Generator) secara teori dapat memungkinkan peretas untuk membuat kebocoran gas tidak terdeteksi, menurut para ahli swasta dan pejabat AS.

Sumber-sumber yang diberi informasi tentang penyelidikan tersebut mengatakan bahwa sejarah Iran yang menargetkan sistem tangki gas adalah salah satu alasan negara tersebut menjadi tersangka utama. Namun, sumber-sumber tersebut memperingatkan, pemerintah AS mungkin tidak dapat secara pasti menentukan siapa yang bertanggung jawab karena kurangnya bukti forensik yang ditinggalkan oleh peretas.

CNN telah meminta komentar tentang peretasan ATG dari Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS. FBI menolak untuk berkomentar.



Jika keterlibatan Iran dikonfirmasi, ini akan menjadi kasus terbaru Teheran yang mengancam infrastruktur penting di wilayah AS, yang tetap berada di luar jangkauan drone dan rudal Iran, di tengah perang AS dan Israel dengan Iran.

Hal ini juga dapat menimbulkan isu yang sensitif secara politik bagi pemerintahan Trump dengan menarik perhatian lebih lanjut pada harga gas yang lebih tinggi yang disebabkan oleh perang tersebut. Tujuh puluh lima persen orang dewasa AS yang disurvei dalam jajak pendapat CNN baru-baru ini mengatakan perang Iran berdampak negatif pada keuangan mereka.

Kampanye peretasan ini juga merupakan peringatan bagi banyak operator infrastruktur penting AS yang telah berjuang untuk mengamankan sistem mereka meskipun telah bertahun-tahun mendapat anjuran dari pemerintah federal.

Kelompok peretas Iran telah lama mencari sasaran yang mudah diretas — misalnya, sistem komputer penting AS yang terhubung ke internet dan berinteraksi dengan lokasi minyak dan gas serta sistem air. Setelah Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, pejabat AS menyalahkan peretas yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atas serangkaian serangan terhadap utilitas air AS yang menampilkan pesan anti-Israel pada peralatan yang digunakan untuk mengelola tekanan air.

Para peneliti keamanan siber telah memperingatkan tentang ATG (Anti-Terrorism Group) yang terhubung ke internet selama lebih dari satu dekade. Pada tahun 2015, perusahaan keamanan Trend Micro menempatkan sistem ATG tiruan secara online untuk melihat jenis peretas apa yang akan menargetkannya. Sebuah kelompok pro-Iran dengan cepat muncul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Saham SpaceX Anjlok,...
Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menyusut Jadi Rp15 Kuadriliun
Rekomendasi
Peserta Penmaba Jalur...
Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved