Pengadilan Banding Prancis Kuatkan Surat Perintah Penangkapan terhadap Presiden Assad

Kamis, 27 Juni 2024 - 08:56 WIB
loading...
Pengadilan Banding Prancis...
Pengadilan banding Paris menguatkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad yang dikeluarkan Prancis. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Pengadilan banding Paris menguatkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad yang dikeluarkan Prancis.

Menurut pengadilan, surat perintah penangkapan terhadap Assad atas tuduhan kejahatan perang selama perang saudara Suriah tetap sah dan berlaku.

Jeanne Sulzer dan Clemence Witt, pengacara yang mewakili penggugat, dan organisasi non-pemerintah yang berada di balik pengaduan memuji keputusan tersebut sebagai keputusan bersejarah.

Baca Juga: Meski Bermusuhan, Assad Akui Suriah Lakukan Pertemuan dengan AS

Pada bulan Mei, jaksa anti-terorisme Prancis meminta pengadilan banding Paris untuk memutuskan pencabutan surat perintah penangkapan Assad, dengan mengatakan bahwa dia memiliki kekebalan mutlak sebagai kepala negara.

“Ini pertama kalinya pengadilan nasional mengakui bahwa kekebalan pribadi seorang kepala negara yang menjabat tidaklah mutlak,” kata para pengacara tersebut dalam sebuah pernyataan pada Rabu, seperti dikutip AP, Kamis (27/6/2024).

Otoritas peradilan Prancis mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional pada bulan November lalu terhadap Presiden Assad; saudaranya Maher al-Assad, komandan Divisi Lapis Baja ke-4; dan dua jenderal Suriah, Ghassan Abbas dan Bassam al-Hassan, atas tuduhan terlibat kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang saudara Suriah.

Salah satu contoh dari tuduhan itu adalah serangan senjata kimia pada tahun 2013 di pinggiran kota Damaskus yang saat itu dikuasai pasukan oposisi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved