alexametrics

KBRI Verifikasi Kewarganegaraan Terduga Teroris di Malaysia

loading...
KBRI Verifikasi Kewarganegaraan Terduga Teroris di Malaysia
Kementerian Luar Negeri Indonesia menuturkan KBRI Kuala Lumpur tengah mencoba memverifikasi salah satu dari empat orang yang ditangkap oleh PDRM. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia menuturkan, pihak Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia tengah mencoba memverifikasi salah satu dari empat orang yang ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Salah satu dari empat pria yang diduga akan melancarkan serangan selama Ramadhan itu disebut-sebut adalah WNI.

"PDRM telah mengeluarkan rilis mengenai penangkapan empat orang terduga radikalisme/terorisme. Dari keempat orang tersebut, terdapat seorang yang diduga WNI," kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal.

"KBRI Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran kepada PDRM utk memverifikasi dokumen dan kewarganegaraan diduga WNI tersebut," sambungnya dalam pernyataan tertulis yang diterima Sindonews pada Selasa (14/5).



Sebelumnya diwartakan, Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Abdul Hamid Bador mengatakan, pihaknya telah menangkap empat orang, yakni seorang WNI, dua warga Rohingya dari Myanmar dan seorang warga negara Malaysia.

Abdul mengatakan, kelompok itu dijuluki "wolf pack" dan anggotanya telah merencanakan untuk meluncurkan serangan skala besar selama minggu pertama Ramadhan. Serangan ini adalah balas dendam atas tewasnya seorang pemadam kebakaran Muslim selama kerusuhan di sebuah kuil Hindu pada bulan November.

Kematian petugas pemadam kebakaran tersebut membuat marah mayoritas Muslim Melayu, yang beberapa di antaranya menuduh para pemimpin Hindu menghasut kerusuhan melalui komentar rasial.

"Sel ini juga telah merencanakan operasi untuk membunuh orang-orang terkenal yang dituduh menghina dan gagal menegakkan Islam," kata Abdul. Namun, Abdul menolak untuk memberikan daftar orang-orang yang menjadi sasaran kelompok tersebut.
(esn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak