Hampir Seluruh Warga Gaza Didera Kelaparan Ekstrem karena Blokade Israel

Rabu, 26 Juni 2024 - 07:44 WIB
loading...
A A A
“Risiko wabah penyakit meningkat karena terkonsentrasinya populasi pengungsi ke daerah-daerah dengan air, sanitasi, kebersihan (WASH), kesehatan, dan infrastruktur penting lainnya yang sangat terbatas," papar laporan itu.

Hampir 70% fasilitas kebersihan di Gaza rusak atau hancur pada akhir Mei.

Menurut laporan tersebut, sistem kesehatan Gaza juga menghadapi keruntuhan total dalam beberapa bulan mendatang, meningkatkan "kemungkinan wabah epidemi" dan kemungkinan "bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya dibandingkan dengan penderitaan yang telah disaksikan di Gaza sejak Oktober".

IPC menganggap permusuhan dan pengungsian yang berkelanjutan, serta akses kemanusiaan yang terbatas selama beberapa bulan terakhir, sebagai pendorong utama situasi tersebut.

"Hanya penghentian permusuhan yang disertai dengan akses kemanusiaan yang berkelanjutan yang dapat mengurangi risiko kelaparan," papar laporan itu.

Dalam menanggapi laporan tersebut, CEO Oxfam Inggris, Halima Begum, mengatakan, “Perbaikan kecil kondisi di Gaza utara menunjukkan Israel dapat mengakhiri penderitaan manusia kapan pun ia mau, tetapi keuntungan tersebut dapat lenyap begitu saja ketika akses kembali dibatasi, seperti yang diperingatkan dalam laporan tersebut saat ini.”

“Sekali lagi Oxfam mendesak pemerintah Inggris untuk berbuat lebih banyak untuk menekan Israel agar mengizinkan bantuan menjangkau lebih dari dua juta orang yang hidup dalam kondisi yang tidak dapat ditoleransi ini, dan untuk berhenti menambah bahan bakar ke dalam api dengan mengizinkan penjualan senjata ke Israel terus berlanjut,” ujar dia.

Baca juga: Hamas Persenjatai Diri Lagi dari Bom Israel yang Belum Meledak di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved