Respons Klaim Kemenangan Israel, Hamas Pamer Rudal Panah Merah China
Selasa, 25 Juni 2024 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Diproduksi pada tahun 1980, senjata ini telah digunakan dalam Perang Bosnia dan Herzegovina dan konflik setelah revolusi Suriah.
Dengan berat 25 kilogram, rudal tersebut dapat diluncurkan dari darat, kendaraan tempur, atau helikopter serang.
Laporan Sputnik sebelumnya pada tahun 2021 menyoroti industri militer China telah mengembangkan beberapa sistem rudal anti-tank portabel generasi ketiga, termasuk yang sebanding dengan FGM-148 Javelin Amerika Serikat (AS).
Pakar militer Kolonel Hatem Al-Falahi mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa rudal ‘Red Arrow’ yang baru-baru ini diperkenalkan Hamas merupakan peningkatan yang signifikan bagi perlawanan Palestina, memungkinkan mereka menyerang kendaraan dan unit lapis baja dari jarak hingga 4 kilometer.
Dalam analisisnya mengenai situasi militer di Gaza, Al-Falahi menekankan kemampuan rudal tersebut untuk secara efektif menargetkan kendaraan militer dan kendaraan lapis baja, menunjukkan penggunaannya menunjukkan kepemilikan persenjataan canggih yang bertujuan menyerang unit militer Israel dari jarak jauh.
Al-Falahi dilaporkan menyimpulkan operasi tersebut menunjukkan kenyataan yang bertentangan dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menantang klaim para pemimpin militer Israel tentang kemenangan yang akan segera terjadi atas Brigade Qassam.
Dengan berat 25 kilogram, rudal tersebut dapat diluncurkan dari darat, kendaraan tempur, atau helikopter serang.
Laporan Sputnik sebelumnya pada tahun 2021 menyoroti industri militer China telah mengembangkan beberapa sistem rudal anti-tank portabel generasi ketiga, termasuk yang sebanding dengan FGM-148 Javelin Amerika Serikat (AS).
Pakar militer Kolonel Hatem Al-Falahi mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa rudal ‘Red Arrow’ yang baru-baru ini diperkenalkan Hamas merupakan peningkatan yang signifikan bagi perlawanan Palestina, memungkinkan mereka menyerang kendaraan dan unit lapis baja dari jarak hingga 4 kilometer.
Dalam analisisnya mengenai situasi militer di Gaza, Al-Falahi menekankan kemampuan rudal tersebut untuk secara efektif menargetkan kendaraan militer dan kendaraan lapis baja, menunjukkan penggunaannya menunjukkan kepemilikan persenjataan canggih yang bertujuan menyerang unit militer Israel dari jarak jauh.
Al-Falahi dilaporkan menyimpulkan operasi tersebut menunjukkan kenyataan yang bertentangan dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menantang klaim para pemimpin militer Israel tentang kemenangan yang akan segera terjadi atas Brigade Qassam.
Lihat Juga :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Berita Terkini