Kesal, AS Sebut Sekutu Eropanya Pendukung Ayatollah
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 22:49 WIB
loading...
A
A
A
Langkah pemerintahan Trump ini datang seminggu setelah Dewan Keamanan (DK) PBB menolak resolusinya untuk memperpanjang embargo senjata tanpa batas terhadap Iran yang akan berakhir pada Oktober.(Baca: PBB Tolak Perpanjang Embargo Senjata Iran )
Pompeo mengatakan akan menjadi kesalahan besar jika tidak memperpanjang embargo senjata, menambahkan bahwa AS tidak akan pernah mengizinkan Iran untuk membeli dan menjual senjata konvensional seperti tank.
"Tindakan mereka membahayakan rakyat Irak, Yaman, Lebanon, Suriah, dan bahkan warga negara mereka sendiri," ujarnya merujuk pada keputusan sekutu Eropa mereka.
“Amerika tidak akan bergabung dalam kegagalan kepemimpinan ini. Amerika tidak akan tenang. Amerika akan memimpin," imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian. (Baca: Resmi, AS Aktifkan Klausul 'Snapback' Perjanjian Nuklir 2015 )
Sebelumnya Inggris bersama Prancis dan Jerman dalam sebuah pernyataan bersama mengatakan AS tidak dapat menggunakan langkah-langkah "snapback" untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran karena tidak lagi menjadi bagian dari kesepakatan nuklir.
"Prancis, Jerman, dan Inggris, yang disebut E3, mencatat bahwa Amerika Serikat belum menjadi anggota JCPOA sejak penarikan mereka dari perjanjian pada 8 Mei 2018," kata Menteri Luar Negeri tiga negara sekutu AS itu; Jean-Yves Le Drian (Prancis), Heiko Maas (Jerman) dan Dominic Raab (Inggris) dalam sebuah pernyataan.
Pompeo mengatakan akan menjadi kesalahan besar jika tidak memperpanjang embargo senjata, menambahkan bahwa AS tidak akan pernah mengizinkan Iran untuk membeli dan menjual senjata konvensional seperti tank.
"Tindakan mereka membahayakan rakyat Irak, Yaman, Lebanon, Suriah, dan bahkan warga negara mereka sendiri," ujarnya merujuk pada keputusan sekutu Eropa mereka.
“Amerika tidak akan bergabung dalam kegagalan kepemimpinan ini. Amerika tidak akan tenang. Amerika akan memimpin," imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian. (Baca: Resmi, AS Aktifkan Klausul 'Snapback' Perjanjian Nuklir 2015 )
Sebelumnya Inggris bersama Prancis dan Jerman dalam sebuah pernyataan bersama mengatakan AS tidak dapat menggunakan langkah-langkah "snapback" untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran karena tidak lagi menjadi bagian dari kesepakatan nuklir.
"Prancis, Jerman, dan Inggris, yang disebut E3, mencatat bahwa Amerika Serikat belum menjadi anggota JCPOA sejak penarikan mereka dari perjanjian pada 8 Mei 2018," kata Menteri Luar Negeri tiga negara sekutu AS itu; Jean-Yves Le Drian (Prancis), Heiko Maas (Jerman) dan Dominic Raab (Inggris) dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :